Minggu, Desember 28, 2008

PR dari Aoi

PR dari Aoi a.k.a. Ratih

1. Mengapa blog kamu bernama ... ?
2. Mengapa blog kamu pakai template ini?
3. Kejadian apa yang tak terlupakan dalam hidupmu?
4. Kirim PR ini ke 10 teman bloggermu!

1. Kenapa namanya Delirious Talk?
Well, tahu kan kalau saya menyebut diri sendiri dengan sebutan dt. dt sendiri merupakan singkatan yang muncul saat jaman esem-a dulu kami sekelas bikin nama-nama maksa. Nama Dhistie jadi this-tea, nama Chita jadi Cheat-ah, dan nama saya jadi desk-tea. Kalau pinter, sekarang pasti tahu siapa nama dt. Wkwkwk. Nah, sejak esem-a ini dt jadi terbiasa memakai nama desk-tea sebagai nama net dan menyingkatnya jadi dt.
Awalnya dt bingung blog dt bakal dt kasih nama apa. Berhubung dt adalah sebuah singkatan, kenapa ga dt buat aja judul blog yang punya huruf awalan yang sama. D dan T. Pencarian kata-kata pun berlanjut di kamus. Sebelumnya, huruf T langsung ditetapkan untuk mengusung kata Time. Tinggal mencari kata berawalan huruf D. Pencariannya memakan waktu sekitar dua jam sampai dt menemukan kata Delirious dan merasa cocok dengan kata yang satu ini.
Delirious berarti meracau. Berhubung isi blog ini memang untuk menampung semua racauan dt yang ga jelas juntrungannya, pas banget, kan... Well, kalau mau lihat lebih jelasnya, cek aja langsung di kamus. Dan jadilah, Delirious Time.
Perubahan kata di belakang itu muncul di detik-detik terakhir pengetikan alamat site blog. Entah kenapa saat itu dt lebih berkenan kalau judul blog dt itu Delirious Talk. Dan voila, Delirious Talk it is.

2. Kenapa template ini?
Well, ini udah dt tulis di entri sebelumnya deh... Ga usah ditulis ulang yak...

3. Kejadian yang tak terlupakan?
- nginep di kosan cowok dua hari dua malem jaman teka
- tabrakan sama sepeda motor kelas 3 esde dan menghasilkan enam jahitan di dagu
- tour ke bali kelas 6 esde dan dimarahi bu Ummi gara-gara pake celana pendek
- nongkrong di depan dan sampe masuk ke toilet cowok pas kelas 3 esempe dan ketahuan Pak Tawab (untung ga dimarahin)
- tour ke bali (lagi) pas kelas 3 esempe dan menjadi jadi satu-satunya anak yang sering ganti pasangan duduk (mana cowok semua lagi... Keknya dt udah ga diakuin jadi cewek waktu itu... ^^")
- masa dua tahun di esem-a (sebentar amat yak... pengen ngulang lagi)
- 26 hari di Kalisongo...

4. Kirim PR ke temen blogger yang lain!
GA MAU! XDD

Sabtu, Desember 27, 2008

Review Gath 271208

Date: December 27th, 2008
Place: Mall Taman Anggrek
Occasion: IH Gathering

Diawali dengan sms dt ke beberapa orang yang dt tau bakal ikutan gath dan dapet balesan kalo semua nangkring di McD. Sampai di sana sudah ada empat biji orang di sana. Lian, Asril, Rahma, Kacang. The Sumatran. Terus berlanjut dengan kedatangan Thiwy, yang dianter mapanya dan papanya bilang nitipin Thiwy ke kita-kita. Weh, om, om, anaknya sudah bisa jaga diri kok.. :D Then come Pince yang katanya ikutan gath karena mu balikin buku yang dia pinjem dari Lian. Beralih ke Mida yang dateng pake rok unju dan ganjel pintu lima senti. Terus Talith yang juga dianter mapanya. Yaiyalah, banjir bandang besok kalo Talith ga dianterin. Secara, dia kan masih anak pingitan. Okeh, beralih ke Balin yang konon urung ke TA naik sepeda karena bantalan dia udah decubitus duluan. Jeng, jeng, disapperate aja napah.. Wkwk.. Dan ditutup dengan miss Wahyu yang petentengan bawa rumah keong isi beras sekarung.

Overall, isi gath cuma share cerita tentang IH, pemeran, dan pemegang karakternya. Yang Olip sengsara karena dua anjingnya leha-leha sendiri. Yang Ayu baru dari Lampung. Yang Lian ngejutekin Pince terus betengkar-betengkar konyol. Yang Asril njajah hampir semua makanan orang. Yang Balin ama Beau. Dan dt? I'm an observer, lof.. Karena sangat menyenangkan mengumpulkan perbendaharaan reaksi, ekspresi, dan intonasi masing-masing individu dan memainkannya nanti saat berlanjut berkomunikasi lewat tulisan.

Sayangnya saat semua berencana ke skating arena, dt keburu diabsen disuruh balik, karena kami harus ke rumah mbahdhe.. *timpuk papa pake sepatu* *dirajam rame-rame* Padahal dt masih pengen nempel.. Eh, tadi siapa yang belum dt tempelin yak..

Ah, ya, kesan pesan dt to each one of you..
Lian: jeng, jeng, yang makan itu perut, bukan mata.. *peace* Oia, tentang tugas dt, laporan RW dulu ya jeng..
Asril: aduh, bang, itu makanan orang dijajah mulu sih.. Tapi kekna dirimu ga berani ngejajah makanan dt.. Wkwkwk.. Oia, cewek Selith angkatan kita cuma tinggal kita berdua lo..
Rahma: narsis lu jeng! Henpun bergetar aja heboh. Kek ga pernah ditelpon orang ajah.. Oia, tentang tragedi poto itu, maaph banget yak.. Ga nyangka kalo seaib gitu. Sampe si Asril mbathi kena lu peluk. Maaph yak. dt ga liat potona kok. Wallahi!
Kacang: calon komentator keren! Jadi penasaran berapa kecepatan merepetmu dan berapa kata yang bisa kamu ucapin dalam semenit.. :p Oia, bagi hasil jepretanmu ntar yak..
Thiwy: dt likes your cut. It's fresh. Bagusan digerai, jangan sering-sering diiket.
Pince: no word for you, boi. But i love when you and Lian words battling.. Wkwk.. Oia, komen-komenmu nancep, btw.. Luckyly, dt ga kena komen..
Mida: dandan udah cantik gitu, jalannya juga cantik dikit dong jeng.. Jangan kek koboi.. *dibakar*
Talith: silence like always.. dt baru tahu gigimu di pagerin, jeng.. dt juga niat magerin gigi, tapi ntar habis lulusan..
Balin: well, dt ga begitu banyak interaksi sih.. Oia, jangan lupa beli sendal yak..
Wahyu: diem aja tadi.. Keberatan tas sih.. Apa aja sih isinya..

For all of you: thank you for the great time, acceptance, story, smile, and laugh you share.. ^.^

Love, hug, and kiss all the way..

Sedikit dari Bogor

Bogor tu ternyata mirip Malang yak. Cuacanya, dinginnya, angkotnya.

Kemaren dt ke Bogor. Adek minta ke the Jungle. Pengen berenang katanya, tapi dt ga mau, walau berujung dengan perdebatan kecil di depan loket tiket the Jungle, dt tetep ga mau ikut, dan papa yang nemenin adek. dt sendiri lebih milih nongkrong kongkow-kongkow bengong ga jelas. Di antara kebengongan itu, dt ngicipin yang namanya soto bogor. Enak bo.. Seger.. Segernya tomat dan jeruk nipis. Oia, yang beda lagi, soto bogor itu pake mie, bukan nasi. Ada tomat n empingnya juga.. Bedalah sama soto biasa. Jadi pengen tau resepnya..

Pemberhentian selanjutnya adalah Rumah Abia. Itu loh, tempat pembuatan mainan anak-anak dari kayu ntar anak-anak bisa liat pembuatannya n ngewarnai sendiri mainan kayunya. Well, itu jadwalnya sih.. But there is a sudden reschedule. Mama pengen ke Tajur. Tajur itu tempat orang jualan tas dan sepatu. Kek Tanggulangin di Sidoarjo gitu deh. Dan kalau sudah maunya mama, siapa yang mau ngelawan. Then, to Tajur it is.

Asik belanja tas dan sepatu? Nope, dear. dt tuh cerewet kalau mau beli sesuatu dan emang ga ada yang cocok sama selera dt di sana. Well, ada sih satu sepatu. A black and white preppy wedge shoes. It is cute! With a ribbon on the back side. So simple and i just love it. Sayangnya ga ada yang nomor 36. Kaki dt kecil yak..

Jauh-jauh ke Bogor tapi cuma ke the Jungle ama Tajur. dt bahkan belum pergi ke masjid kubah emas.. T.T

Jumat, Desember 26, 2008

Xmas Holiday (day 1)

Kemaren setelah landing (ga ada masalah KTP saat boarding ternyata, hehe), dt langsung meluncur ke monas. Well, itu permintaannya adek. Sudah entah berapa kali ke Jakarta tapi belum pernah masuk monas. Nah, di sana, kami masuk ke museum yang ada di bawah monas itu dan lihat-lihat diorama yang disajikan, tapi kami ga naik ke towernya. Antrenya bo.. Naudzubillah deh.. Lagian di tower cuma lihat Jakarta dari atas, ga ada kegiatan lain juga di sana, makanya kami milih untuk ga naik dan berlanjut ke acara selanjutnya.

Frankly, monas tuh bagus loh. Sayangnya maintenance dan manajemennya yang kurang diseriusi. Seharusnya dengan adanya diorama sejarah nasional gitu bisa jadi wisata edukasi yang bagus. Contek Singapore. Seharusnya monas bisa lebih bagus. Dengan merapikan pedagang kali lima yang seenaknya sendiri, menyediakan tempat sampah yang cukup, plus perencanaan pariwisatanya, kek pengadaan tour guide yang menjelaskan diorama yang disediakan. Dan menurut dt, lama orang yang berkunjung di tower juga sebaiknya ditentukan. Jadi ga bakal terjadi antrean panjang dan semua bisa menikmati pemandangan Jakarta dari atas. Jadi semua lebih tertata, terjadwal, dan rapi.

Oke, cukup komentarnya buat monas. Next destination is Kidzania.

Sebenernya dt ga pengen ikutan masuk. Mendingan nonton di Blitz deh.. Tapi apa daya kalau adek sudah maksa dan mama atau papa ga mau nemeni. Masuklah dt bareng adek. Bagus bo tempatnya. Just like a little city for little human. Sayangnya dt ga bisa enjoy karena ga bisa ikutan main. Maklumlah, inget umur.. Dan dt berujung bengong tiap kali adek masuk ke satu tempat untuk main. Di antara kebengongan ga jelas dt, beberapa kali radar dt berdering. Cowok cakep! Well, ga cakep-cakep amat sih, tapi bolehlah buat dilihat-lihat. Pemadam kebakarannya, windows washernya, yang jual merchandise, dan beberapa mas-mas lain yang juga kerja di Kidzania sana. Wkwk..

What Forgive Is

forgive is not forget

forgive is remembering and learn something from it

and maybe, sometimes, smiles upon it

Rabu, Desember 24, 2008

Lost Phone

Sudah tahu kalau beberapa hari sebelum dt brangkat ke desa dt kehilangan handphone berikut kartu abadi yang sudah dt punya sejak jaman SMP? Hilangnya bukan karena kecopetan atau dicuri. Hilangnya karena dt lupa di mana dt taruh hempun dt. Dan kemungkinan tempat terakhir adalah mobil atau rumah. Berhubung ga ada di kedua tempat itu, mungkin aja udah jatuh entah di mana.

Sayangnya dt harus berangkat ke desa dan belum sempet ngurus nomer lama ini. Shortcutnya, dt beli aja nomer prabayar baru. Well, berhubung terbiasa pake nomer pascabayar yang bisa sms dan nelpon seenaknya, dt beberapa kali kehabisan pulsa dan sempet bingung beli di mana. Untung aja ada temen yang jualan pulsa selama dt di desa. Tapi bener deh dibandingin antara make pascabayar sama prabayar, dt jadi lebih irit make prabayar. Pengennya sih ganti ke prabayar, tapi sayang banget sama semua orang yang tahu nomer dt yang lama ini. Dari SMP bo! dt putusin tetep make nomer yang sekarang dan tetep ngurus nomer yang lama.

Dan di sinilah dt, nunggu nomer lama diblokir dan dibuatin kartu baru dengan nomor yang sama. Nah, tadi pas diawal, KTP dt diminta sebagai tanda pengenal, dt sodorin ajah. Tapi langsung dibalikin bo! Ternyata KTP dt mati! Wakakaka.. Untung ada SIM..

Eh, eh, tapi gimana besok coba.. Padahal dt besok niat ke Jakarta coba.. Gimana pas boarding besok yak?

Well, let see then..

Sabtu, Desember 20, 2008

JP Tragedy

Nah, hari kamis kemaren srikandi X9 sudah pada turun gunung dan kembali ke rumah masing-masing. Hari ini rencana kami ber-refreshing ria. Kami pilih Jatim Park sebagai jujugan. Sayangnya Firani, Miftah, dan Mentul ga bisa ikut. Sebagai gantinya ada Icha, Nanda, dan Putro. Jadi deh dua belas orang ini berkonvoi pake enam sepeda motor dari kampus ke Jatim Park. dt boncengan sama Ilmi.

Di tengah jalan saat baru masuk Batu, tiba-tiba sepeda motor Ilmi berhenti mendadak. Untungnya langsung nyala lagi saat di-starter ulang. Dan perjalanan berlanjut. Saat baru sampai di parkiran, tiba-tiba sandal Dina yang sebelah kiri putus. Untungnya ada orang jualan sandal jepit. Dan masuklah kami berdua belas ke Jatim Park dengan bondo empat puluh ribu perorang.

Sesi pertama adalah museum tradisi dan pengetahuan yang jelas langsung jadi ajang pemotretan. Hampir setiap spot terjepret. Maklumlah, anggota ORMAGIKA semua.. wkwkwk. Tapi berhubung tujuan utama ke JP bukan buat pemotretan, dt pada minta anak-anak pada cepetan soalnya hasrat main-main dt sudah meletup-letup.

Sesi kedua adalah tempat bermain anak-anak kecil. Di sana kami ga main kok. Tapi absen dulu sama yangKuasa. Kan sudah masuk waktu lohor. Nah, baru setelah absen ini kita masuk ke acara inti.

Sesi ketiga. The games are on. Rumah hantu, rumah sesat, rumah misteri, colombus, tornado, halilintar, spinning coaster, drop zone. Itu semua ada dalam daftar dt. Sebenernya masih ada lagi, tapi berhubung itu yang keliatan mata, ya itu dulu.

Yang pertama, colombus. Game yang bentuknya kek kapal yang berayun maju mundur kek pendulum. Pasti tahulah. Yang main cuma bersepuluh. Dina n Rakhmi mengundurkan diri kerena ga punya cukup keberanian. Permainan dimulai. dt duduk paling depan bareng Putro. Ayunan pertama, asik. Ayunan kedua, Afni teriak minta berhenti. Halah, arek-arek guyon terus, gitu pikir dt. Ayunan tetap berlanjut dan dt enjoy-enjoy aja sampai Popo teriak-teriak nama dt dan nama Icha. O.. o.. Icha! FYI, Icha tuh punya penyakit maag, lemah jantung, dan asma. Sebelum naik, anak-anak udah pada nanya dan ngingetin kondisi Icha, tapi berhubung orangnya bilang kuat, ya kami biarin. Seharusnya dia tahu batas dirinya kan. Tapi ternyata Icha pingsan. Dan bikin dt ga bisa menikmati tiga perempat ayunan colombus yang sebenernya asik berat.

Setelah turun, Icha diboyong ke klinik dan menurut orang klinik lebih baik di bawa ke rumah sakit, mengingat Icha punya berbagai penyakit bawaan. Dan lepaslah uang empat puluh ribu hanya untuk satu permainan dan acara refreshing srikandi X9. Rencana bersenang-senang berujung ke rumah sakit. *sighed*

Selasa, Desember 16, 2008

X9 Tales (day 21)

Poto-poto at last.

Udah dt kasih tahu kalau para srikandi X9 ini belum pernah foto-foto seseruan. Nah, tadi tiba-tiba Dita yang baru aja ngejemput Mentul langsung berkoar kalau view lapangan sepak bola lagi bagus. Maklumlah, sudah berapa hari ini mendung dan hujan terus dan kebetulan hari ini cerah sekali. Dari lapangan sepak bola, view pegunungan keliatan jelas dan cantik banget. Ditambah lagi awan di langit menggumpal menggerombol seperti permen gula kapas yang mempermanis suasana.

Jadilah kami-kami yang lagi ndomblong ini langsung semburat dandan nyiapin diri buat mengejar view yang oke punya buat diabadikan. Setelah ribut shalat, rebutan kamar mandi, ngedempul muka, dan mandi parfum, semuanya naik ke motor dan memulai perburuan. Sayangnya kami datang terlalu sore dan lapangan sudah dipenuhi anak-anak yang lagi asik latihan sepak bola. Jadi mau ngapain sekarang? Pulang? Enak aja.. Rugi bedaknya dong. Setelah rembug sebentar kami mutuskan untuk cari view di Lembah dan Puncak Dieng.

Syukur kami dapet tempat-tempat oke atau jejepretan. Di pinggiran hutan pinus, di tembok, di jalan, di depan klenteng, plus di depan rumah orang. Wkwkwk. Eh, rumah sendiri n sawah depan rumah juga jadi sasaran jepret lo..

Sayang dt belum bisa majang hasil foto yang keren-keren itu. Ntar aja deh setelah tugas praktikum ini selesai..

Jumat, Desember 12, 2008

New Blog Skin (at last)

Kulit baru.. Kulit baru.. *goyang-goyang ga jelas kek Dewi Perssik di pidio klip Hikayat Cinta*

Sebenernya dt dah pengen ganti skin sudah sejak bulan Agustus. Tapi selalu ada kendala yang cukup besar untuk dt untuk menunda acara mengganti skin. Seperti ga tau situs mana yang nyediain skin keren gretongan, ga tau gimana cara make skin pilihan dt, dan ga tau gimana cara ngeditnya. Ha? Gaptek? Emang.. Tapi dt tuh punya kemauan untuk belajar dan sedikit kenekatan.

Setelah nyaris satu cawu dt memendam keinginan, rasa, dan hasrat terdalam untuk mengubah penampakan Delirious Talk dt, akhirnya dengan segala kenekatan dan keterbatasan pengetahuan yang dt punya, penampilan blog berubah drastis. Dari yang polos, kering kerontang, dan sok simple jadi keren kek gini (kalo bilang ga keren, udel kalian dt bolongin pake peniti lo..).

Pemilihan blog skin juga sedikit alot. Karena dt maunya cari skin yang dt banget. Nah, yang dt banget tuh kek apa sih? Well, dt juga bingung *digeplak*. Yang pasti dt nyari skin yang begitu ngelihat langsung mampu membunyikan radar kekerenan dt. Mulai dari skin dengan kata kunci simple, sweet, dark, black, green, natural, angel, devil, dan berujung dengan kata fairy yang membawa dt ke kulit baru ini.

Kamis, Desember 11, 2008

X9 Tales (Day 16)

Hari ini dt bikin kalender 2009 buat suvenir. Setelah nemuin kalender contekan dan memerahkan beberapa tanggal, saatnya memenuhi kalender dengan foto. Salah satu alasan kenapa dt yang kebagian tugas tambahan untuk bikin kalender adalah karena selama ini dt yang bawa kamera dan doyan jeprat-jepret kegiatan yang kami laksanakan. Sedangkan alasan kuatnya adalah karena cuma dt yang bisa ngutak-atik corel *gede kepala*.

Selama nata foto kalender, yang terpaksa isinya foto kegiatan semua, dt baru menyadari kalau foto nampang para srikandi ini bisa diitung jari. Wah, wah, sebagai anggota ORMAGIKA (Organisasi Mahasiswa Gila Kamera) dt merasa bersalah. Adalah sebuah kewajiban bagi anggota ORMAGIKA untuk tetap sadar kamera dan nampang setiap ada lensa yang membidik.

Nah, berhubung dt selama ini sudah jadi sie dokumentasi alias pemegang kamera, dt merasa bertanggung jawab untuk mencari kesempatan dan tempat asik untuk mengabadikan keindahan gaya para srikandi Nine Rivers ini. Hm, tapi sampai sekarang dt cuma dapet sedikit tempat keren yang bisa dijadikan latar. Pohon beringin di SDN2, lapangan sebelah balai desa, balai desa, ladang tebu, hutan Kuso, sama jalanan. Rasanya butuh tempat yang lebih eksotis nih..

Jadi sie dokumentasi abadi tuh enak juga loh. Saat pembagian panitia acara, dt dengan semena-mena bisa ngeles dari tunjukan tugas panitia dengan dalih "Kan dt yang foto-foto".

Tapi ternyata jadi tukang foto ada ga enaknya juga karena justru jarang dijepret. Yang namanya tukang foto itu MEMFOTO bukan DIFOTO. Dari sekian banyak hasil jepretan, foto yang ada dt di dalamnya masih bisa dihitung tangan. Dan kebanyakan foto itu ga sebagus foto jepretan dt. Yang ga fokuslah, yang gelaplah, yang pecahlah, macem-macem deh. Jadilah mending dt yang memfoto dan dt harus merelakan diri jadi tumbal kamera. Huks.. nasib, nasib, kutukan dokumentasi..

Rabu, Desember 10, 2008

X9 Tales (day 15)

Hujan di luar masih deras. Bahkan jalan turunan depan rumah nyaris nampak seperti sungai kecil karena terlalu banyaknya jumlah air yang ditumpahkan hujan. Langit di luar berwarna kelabu rata. Nampak seperti tak berawan. Padahal seluruh langit di selimuti mendung merata. Intensitas hujan dari tadi tidak berubah. Begitu stabil sampai-sampai dt merasa kalau hujan kali ini tak akan berakhir.

Anak-anak sudah asik bergumul dengan selimut masing-masing. Sedang dt hanya bersenjata jaket angkatan untuk melawan dingin gara-gara dengan semena-mena selimut dt dijajah mamih Mentul. Oia, dt belum cerita ya kalau dt punya tiga emak di sini. Mbak Silfi, sang ibu. Ilmi, sang ibu tiri. Mentul, mamih angkat dt. Sekarang Mentul malah ngejajah handbody dt padahal dia seharian belum mandi. Diiringi lagu-lagu hujan yang slow dan membuai, kami bahas kebutuhan dana untuk acara besar hari Minggu nanti. Dan sesekali melenceng untuk ketawa-ketiwi tentang Bang Ipin.

Bang Ipin itu ketua karang taruna dusun Kuso. Lebih tinggi sedikit dari dt, kulitnya putih, tampangnya manis. Yaiyalah manis, secara temen-temennya yang lain pada sepet-sepet. Kalau mau dianalogiin, layaknya gula jawa di antara micin. Tapi Bang Ipin itu berondong. Satu angkatan di bawah kita-kita. Lumayan banyak lo yang kecantol sama Bang Ipin. Mbak Silfi, Mentul, Dina, Popo, dan masih ada sederet temen yang penasaran soalnya belum pernah ketemu Bang Ipin.

Sudah dua hari ini bahan bercandaan dan gojlokan terus-terusan tentang Bang Ipin, Mentul, Mbak Silfi, dan bang pilot (gebetan barunya Mbak Silfi).

Ah, hujan di luar akhirnya mulai reda juga. Walau sepertinya semua masih asik menyibukkan diri dengan menghangatkan tubuh dengan menyesapi teh atau susu hangat yang baru diseduh.

Anjloknya Esterogen (2)

Hormon catastrophy still continue.

Selain mood roller coaster, kegilaan hormon seperti ini juga berpengaruh ke fisik. Imunitas dt drop abis, badan jadi pegel semua, kulit jadi sensitif dengan sentuhan (kalau disentuh terasa sakit maksudnya), tulang belakang sakitnya minta ampun, pinggang dan pinggul rasanya remuk. Kadang-kadang dt sampai merasa pengen jadi cowok aja, karena mereka tidak perlu merasakan hal ini.

Kalau sudah kek gini jadi pusing sendiri mau ngapain. Berdiri badan pegel, duduk pinggang sakit, tidur tambah lemes. Apa? Minum sepeda rasa sakit? Aih, dt bukan orang yang dengan mudah minum obat sebelum terdesak. Lagipula dt tipe orang yang percaya dengan self healing, jadi alternatif dt adalah mengatur nafas dan mengalihkan perhatian dan konsentrasi ke yang lain. Kebetulan kali ini lagi dapet giliran masak, jadi deh dt ngalihin perhatian ke depan kompor buat numis kangkung plus goreng tempe. Terus bergerak bakal ngebantu dt ngalihin perhatian. Masak selesai, dt ikut anak-anak ke balai desa buat bahas acara hari minggu nanti. Terus bergerak memaksa dt bernafas lebih banyak. Dan sekarang rasa sakit dan nyeri di sekujur tubuh sudah mulai berkurang, soalnya badan dt sudah mulai hangat karena bergerak terus. Hopefully hangatnya tahan lama, karena hujan di luar makin deras.

Senin, Desember 08, 2008

X9 Tales (day 13)

Rain at last.

Seharian ini ongkepnya setengah mati. Ongkep itu campuran rasa panas dan lembab yang bikin kulit kita lengket walaupun ga banjir keringat. Suasana mendung padat. Tidak ada angin yang berniat untuk berhembus barang sedikit. Padahal waktu hari-hari awal di desa, hujan rajin sekali datang berkunjung walau hanya gerimis kecil sesekali seakan menggoda kami dan jemuran yang nyaris kering. Tapi setelah dua-tiga hari, hujan tak lagi datang. Berganti teriknya mentari yang dengan senang kami sambut agar jemuran kering dengan pasti. Pernah setelah dt cuci rambut terus jalan sebentar ke puskesmas dan saat kembali di basecamp rambut dt sudah kering, merah, dan melungker-melungker karena intensitas panasnya sang surya.

Dan di sinilah dt di samping pintu yang dt buka sedikit, mencoba menanti angin yang mau menyelusup masuk untuk membelai kulit yang panas ini. Cayman Island-nya King of Convenience yang menemani dt menikmati derai hujan yang makin deras ini. Menikmati hujan tanpa harus memikirkan hal lain.

Padahal tugas dt numpuk. Mulai disuruh bikin essai tentang peran kader untuk menekan angka kematian ibu dan anak, desain kalender, nulis laporan harian, rekapitulasi pre dan post test waktu penyuluhan kapan hari, hapalin gerakan senam, sampai proposal skripsi yang harus dt revisi.

Ah, biarlah, biar dt nikmati sebentar momen ini.

Anjloknya Esterogen (1)

Tiba-tiba dt mengalami mood roller-coaster. Sedetik pengen nangis, detik berikutnya pengen ketawa sendiri, detik berikutnya terasa seperti depresi berat dan langsung mikirin pisau yang lagi dipake buat motong jamur. Dan yang pasti, sensi abis. Alasannya cuma satu. Hormon!

Yaps, itu salah satu efek saat preperiod time tiba. Anjloknya hormon esterogen yang tiba-tiba sampai mampu melabilkan tingkat emosi dt yang normalnya sangat stabil. Jangan tanya gimana ceritanya soalnya pas faal dt dapet jelek. Kalau sudah kek gini, dt bakal lebih milih untuk menyendiri dan ga berhubungan dengan orang lain walau sebenernya dt butuh orang lain entah untuk ngobrol atau pengalihan perhatian dari pemikiran sarap yang terus ngingetin dt sama pisau di dapur. Tapi dt ga berani deket-deket sama orang karena nanti takutnya mereka bakal tersakiti sama kata-kata dt yang lagi sensi abis.

Selain menyendiri, dt juga mencoba menekan seluruh emosi dt. Menyelubunginya dengan logika. Sampai tahap ini, kalian bakal dt sebagai orang yang luar biasa tenang dengan kemampuan analitik tajam, mampu menyelesaikan masalah, sekaligus dingin. Karena dt menekan emosi dt dalam-dalam. Don't ask me how, i just can do it. Tapi satu keburukan saat dt masuk tahap ini. dt jadi orang yang sangat sarkastik.

Mungkin kesarkastikan itu muncul sebagai letupan-letupan emosi yang dt tekan, atau karena dt tidak lagi memunculkan emosi hingga lupa bagaimana perasaan orang dt sarkastik-in.

*sighed*

It is a mood disaster. Terkadang dt berpikir mungkin lebih enak jadi cowok.

Efek anjloknya esterogen ga hanya ngaruh ke emosi aja, tapi juga fisik. Well, ntar aja tp dt kasih tahunya. Jempol dah pegel, soalnya. XDD

Sabtu, Desember 06, 2008

X9 Tales (day 11)

dt meledak!

OMG! Tadi dt marahin anaknya orang!

Jadi hari ini dt ngasih penyuluhan ke anak SDN2 dan dapet anak kelas 3 yang ternyata kumpulan anak-anak yang susah diatur. dt talking about the boys. Ada tiga anak laki yang jadi sumber keributan yang sayangnya ga dt inget namanya. Yang pertama, si ketua kelas, model nakal destruksif, ga peduli, dan sok kuat. Biasanya saat anak SD diiming-iming atau diancem, mereka bakal nurut, tapi yang ini engga. Dia tetep sibuk sendiri dan gangguin temennya. Yang entah kenapa dt ngerasa kalau dia ngalami kekerasam fisik di keluarganya. Yang kedua, model nakal cari perhatian. Rame sendiri tapi begitu disuruh maju ga mau. Sepertinya dia ga dapet cukup perhatian di rumah. Padahal sebenernya dia itu bibit bagus lo.. Mana cakep pula.. Wkwk. Yang ketiga, tipe nakal pengikut. Kalau salah satu dari dua ribut, dia pasti nambah ribut. Kalau dua-duanya diem, dia juga diem. Sepertinya dia anak bontot yang selalu berusaha niru kakaknya atau orang-orang yang lebih menonjol.

Lah, kok jadi sok analisa gini yak..

Nah, tadi suasana kelas bener-bener berantakan. Sampai dt yang sebenernya termasuk orang yang sabar sampe muntab juga. Anak-anak rame sendiri. Lari-larian. Dan mulai berantem.

"Duduk! Semua diem! Balik ke tempat duduknya sendiri!" Suara dt jadi keras, tegas, dingin. Mata tajem, memerintah. Badan tegap, intimidatif. "Jangan kira mbak bisa senyum tapi ga bisa marah!" Bahkan Lucky ikutan marah. Dan akhirnya mereka mau sedikit nurut.

Salah ga sih marahin anak orang kek gitu?

Jumat, Desember 05, 2008

First and 22nd

Hari ini adalah hari di mana ada dua perayaan penting buat dt. Ulang tahun pertama IH dan ulang tahun pernikahan mama papa yang ke-22.

Setahun bo! Ga terasa kalau ternyata itu RPG sudah berjalan setahun. Walau sayangnya belum benar-benar setahun buat dt karena dt baru join IH pada term kedua. Ga nyangka kalau RPG text based ini bakal bertahan selama ini dengan segala peraturan, kegilaan, keriweuhan, kesenangan, dan candu tersendirinya itu. dt dapet banyak hal dari IH. Temen, peningkatan kemampuan menulis, imajinasi, dan kosakata, banyak pengetahuan yang merupakan efek samping untuk cari latar belakang yang manteb, dan segala hal yang mungkin dt ga inget. Yang jadi pertanyaan buat dt sekarang adalah: dari sekian banyak yang IH beri ke dt, berapa banyak kontribusi yang sudah dt kasih ke IH? Apa dt sudah jadi bagian yang berguna buat IH? Apa dt telah melakukan sesuatu hal yang IH butuhkan?

22 tahun pernikahan. Lama yak.. Bagaimana ya rasanya menghabiskan waktu selama itu dengan orang yang sama dan kita anggap sebagai the One. dt ga punya bayangan sama sekali. Secara nemuin the One aja belun (apa sudah yak..). Tapi dengan siapapun nantinya dt pengin rumah tangga dt paling tidak sama dengan rumah tangga mama papa. Mesra, hangat, penuh tawa, dan seimbang.

Ah, jadi ngayal sendiri nih.. Wkwk..

Ah, intinya, happy anniversary for dear IH and my beloved parents deh..

*kembali pusing dengan tugas di desa*

Kamis, Desember 04, 2008

My new skills

I think i've found my new silly skills, such as:

- not remember what should I remember. Like forgetting my own cellphone number or my own blog address

- remember what i don't need to remember. Like really understand which one first, egg or chicken or what sophia and logos mean.

(bego ga sih, masa nomer henpun sama alamat blog sendiri sampe lupa *jedukin kepala ke bantal*)

About Agha

Tiba-tiba dt teringat sama Agha.

Siapa Agha? Agha adalah salah satu orang yang membekas di hati dt.

Kejadian ini sudah lama banget sebenernya, tapi berhubung dt tiba-tiba inget, well, dt tulis aja yak.
dt ketemu sama Agha di mobil travel pas dt mu balik dari Sidoarjo ke Malang. Di perjalanan kami ngobrol-ngobrol tentang apa aja, tanpa nanya nama dulu. dt dan Agha masih pakai kata kamu dan aku. Terus di daerah Siring dan petang baru saja datang, Agha tiba-tiba minta tolong sama dt. Dia minta dt angkat telepon dia dan tolak telepon dari orang yang terus-terusan gangguin dia. Katanya sih suara dt (somehow) manja dan pas banget. Entah kenapa, mungkin pas itu hasrat iseng dt lagi tinggi, dt nerima permintatolongan Agha.

Ternyata saat dt angkat itu telpon, yang dt denger adalah suara cewek. Dia bilang dia mau ngomong sama Agha. dt tanyain aja ini siapa dan dia ngotot mau ngomong sama Agha tanpa mau menyebutkan namanya. Kalau ga salah inget, berdasarkan keterangan Agha, nama cewek itu Ayu. Terus si Ayu akhirnya malah nanya balik siapa dt dan apa hubungan dt sama Agha. Dan terus-terusan menggerecokin dt dengan pertanyaan "Agha mana?" dengan suara orang putus asa sambil nahan nangis. Dan herannya dt malah manas-manasin dia dengan ngejawab kalau Agha lagi demam, dia lagi tidur, di sebelah dt. Sick, huh? I know.

Habis gitu dt ngelanjut ngobrol ngalur-ngidul lagi sama Agha dan tuker-tuker no henpun. And the next days kami kontak-kontakan lewat sms. Pas ketemu, Agha memang lagi sakit, dan menurut dt, sebagai temen yang baik dan seorang calon tenaga medis, dt merasa perlu untuk nanyakan kabar dan ngingetkan tentang kesehatan dia. Dan saat itu dt merasa seperti kakak atau bahkan ibu buat Agha. And it's fun. dt merasa kek benar-benar dibutuhin sama Agha dan dt bisa menuhin kebutuhan atas kasih sayang yang (menurut dt) ga pernah dia terima dari orang tuanya. Tapi sepertinya perlakuan dt dianggep salah sama Agha. Karena tiga hari kemudian, Agha dateng ke kosan dt dan nembak dt face to face.

For Morgana's hairband! Dari sekian banyak orang yang nembak dt kenapa malah seorang Agha yang pertama kali berani ngungkapin perasaannya di depan muka dt!

Dan ujungnya? Jelas sebuah penolakan.

Walaupun dt merasa cocok dengan dia, jelas ga mungkin kalau dt nerima tembakan dia. Kromosom dia XX. dt bukan cewek yang doyan jeruk makan jeruk. Dan untuk mempertegas, yeah, Agha adalah seorang cewek.

Rabu, Desember 03, 2008

X9 Tales (day 10)

Akhirnya setelah mendekam di desa, dt akhirnya turun juga sejenak. Demi membeli susu yang udah abis (can't life without milk) dan memenuhi kewajiban seorang bendahara untuk menyalurkan dana yang dibutuhkan.

Sebenernya, kalau mau turun gunung, dt kudu minta izin dulu sama supervisor X9 tersayang, bu Nurul. Itu pun harus pake alasan. Nah, daripada ribet, dt nyolong-nyolong aja turun. Toh ga sampe seharian juga. Wkwkwk..

Oia, tadi bu Nurul akhirnya mengunjungi lagi anak-anaknya ini. Dan kalian tahu apa kalimat yang keluar dari mulut bu Nurul saat ketemu dt? "Kapan konsul?"
JDAR!!!
OMG! Kenapa masih inget yak? dt aja udah ga inget sama proposal yang kini terbengkelai tak berdaya dan tak tersentuh itu. Dan akhirnya dt janji mau konsul besok, padahal bab satu aja belum beres juga dari kemaren. Wkwkwk..

Well then, let see it later..

Selasa, Desember 02, 2008

X9 Tales (day 9)

Hari ini dt masih ngasih penyuluhan di SDN1 tapi kali ini dt dan Ilmi pegang kelas tiga. Tahu apa image yang tertempel di kepala dt tentang anak kelas tiga di SDN1? Matre.

Penyuluhan kali ini tentang cuci tangan dan gosok gigi lengkap dengan demonya. Dan mereka ngarep kami bakal ngasih sikat gigi dan pasta gigi. Well, sebenernya pengen aja sih ngasih, tapi apa daya dompet kami tipis jadi ga bisa beliin. Waktu kami bilang kami ga ngasih, dt bisa liat tampang-tampang kecewa dan mata-mata yang meneriakkan kata "pelit" ke arah kami. Dan percaya apa engga sampe last minutes anak-anak masih ngarep kami ngasih sikat gigi, pasta gigi, atau sabun.

X9 Tales (day 2)

Waktu hari kedua dt tiba di X9 dan Ilmi, ibu tiri kami, ke bu bidan dengan niat say hello malah dapet berita yang bikin anak-anak berteriak APA!!! dan berlanjut dengan ngedumel sendiri-sendiri. Jadi, bu bidan ngasih tahu kalau di bulan Desember ia bakal ada acara posyandu ataupun pertemuan PKK. Padahal kegiatan yang dibuat itu berkisar di posyandu dan PKK. Itu artinya kami harus memajukan jadwal 2 minggu yang sudah ditata sedemikian rupa harus dirombak habis-habisan. Dari enam kegiatan, empat kegiatan maju dan harus dilaksanakan dalam waktu tiga hari lagi, yang lain maju seminggu dari jadwal. Padahal et belum siap materi sama sekali. Ditambah partner penyuluhan dt masih di rumahnya soalnya sakit. Mana anak-anak pada riweuh sendiri. Yang akhirnya nambah panik.

Terus dt tiba-tiba inget sama artikel why so serious-nya Jet yang berujung dengan reaksi "iya, ya, kenapa panik banget" toh panik ga bakal nyelesein masalah. Jadi deh dt ambil nafas panjang, buka Ichibubun, lepti dt, setel laguna King of Convienience, and do what I have to do. Asik sendiri ngarang materi lengkap dengan pamflet dan posternya sambil ngebayangin gimana pas penyuluhan entar. Sementara yang lain sepertinya masih asik saling berkeluh-kesah.

Sedikit lucu juga denger mereka dan heran sendiri ternyata kebanyakan cewek tuh lebih milih untuk menyampaikan masalah mereka daripada cari penyelesaian masalah.

Senin, Desember 01, 2008

X9 Tales (day 8)

Hari ini dt penyuluhan ke SDN1 dan ngasih penyuluhan ke anak kelas 4, 5, dan 6 yang OMG, sangat rame sekali. Butuh suara tambahan untuk menarik perhatian dan menenangkan mereka biar kami bisa ngasih materi penyuluhan. Materi yang disampein kali ini adalah pentingnya sarapan. Oia, Rahmi feat dt tadi bikin lagu tentang sarapan lo. Cuma butuh lima menit nyiptain itu lagu. Wkwkwk. Kekna dt bisa ngejajal jadi pencipta lagu edukasi nih. Coba deh, nyanyiin lirik di bawah ini pake refrain lagu Puspa-nya ST12.

Ayo kawan mari kita sarapan
Pukul enam sampai pukul sembilan
Kalau kita tidak sarapan
Bakal bengong di kelas
Capek deh

Minggu, November 30, 2008

X9 Tales (day 7)

Hari ini dt ada penyuluhan untuk ibu-ibu PKK di RW 1. Penyuluhan tentang ASI dan makanan pendamping ASI. Sudah dari berapa hari lalu dt sudah siapin kebutuhan penyuluhan bareng Afni. Mulai dari soal pre dan post test, leaflet, poster, sampe daftar hadir.

Niatnya entar pas penyuluhan dt mau ngadain acara demo bikin makanan pendamping ASI, tapi sampai detik terakhir dt belum juga nyoba bikin. Males :p . Akhirnya tadi pagi dt bareng Afni, kami latihan membuat resep yang mau didemokan.

Menunya adalah telur kacang hijau.
Bahan:
- tepung beras 5sdm
- kacang hijau 4sdm
- telur 2butir
- gula 2sdm
- minyak 1sdt
- garam 1/4sdt
- air scukupnya
Cara membuat:
- rebus kacang hijau hingga lunak lalu hancurkan
- campur semua bahan dan aduk rata
- masak di atas api sedang dan terus tambahkan air hingga terbentuk tekstur yang diinginkan

Setelah mencoba setengah resep, ternyata jadinya buanyak banget bo! Kirain bakal jadi berapa sendok, eh, malah jadi sepiring penuh. Dan berujung di perut-perut anak-anak yang emang kek lubang hitam.

Pas mau penyuluhan, dt ngerasa degdegser. Eh, engga ding, ga degdegser. Cuma rada depresi sampe perut pengen bongkar muatan. Khawatir sama gimana penyuluhannya entar soalnya sampai detik terakhir dt ngerasa kurang menguasai materi yang mau dt sampein. Tapi untungnya semua berjalan lancar walau dt ngerasa kalau omongan dt ga didengerin.

Sabtu, November 29, 2008

X9 Tales (day 6)

Sudah enam hari dt mendekam di desa demi tugas PIPPG. Sudah enam hari dt nginep di rumah kosong milik warga bareng sebelas srikandi yang lain. Dan baru setelah enam hari dt baru sadar kalau dt bisa up date blog dari henpun. Secara dt ga menemukan warnet di sekitar tempat tinggal dt.

Nyaris seminggu di sini dt jadi lebih rajin. Rajin bangun, rajin bebersih, rajin, masak, rajin shalat, rajin mandi (jadi ketauan ga doyan mandi, nih), dan rajin makan juga. Moga-moga kebiasaan baik bisa dt bawa terus.

Untuk selanjutnya dt bakal terus up date apa aja yang dt lakuin selama di sini. Dan untuk enam hari yang hilang, biar aja yak. dt males ngingetnya. XDD

Jumat, November 21, 2008

Pacaran?

Udah kepala dua tapi belum pernah ngicipin apa yang namanya itu pacaran. Beberapa orang menganggapnya mengenaskan tapi dt menganggap itu menyenangkan. Lagipula sampe sekarang dt masih ga ngeh dengan konsep pacaran itu kek apa. Terkadang dt lebih ngerti tentang konsep pernikahan daripada pacaran.

Coba deh bantu dt ngertiin pacaran itu kek apa dengan menjawab tiga pertanyaan di bawah ini.

- Apa sih tujuan pacaran?
- Apa sih manfaatnya pacaran?
- Memangnya kalau ga pacaran kenapa?

Well, kalau udah ada yang bisa ngasih penjelasan yang tepat dan ngena ke dt, mungkin dt akan mempertimbangkan untuk pacaran. Wkwkwk.

Kamis, November 20, 2008

the Hitman System

RERE! TANGGUNG JAWAB!

Jadi, di tengah keseriusan dt untuk mencari bahan-bahan untuk tugas akhir dt, dt diminta untuk baca blog Rere. Katanya sih dijamin bakal ketawa. Nah, berhubung dt juga mulai jenuh dengan pencarian data yang makin tidak jelas juntrungannya, jadilah dt buka blog Rere. Yang isinya mending kalian baca sendiri. Hehehe..

Nah, di tengah cerita Rere dalam blognya, ia me-link satu situs yang bertajuk Hitman System yang berhasil buat dt nyengir-nyengir sendiri sambil kadang-kadang ngangguk-ngangguk sendiri atau malah ngomong ke layar lepti --yang kemudian diliatin dengan tatapan itu-dt-kenapa-sih sama mbak di rumah.

Hitman System adalah satu situs yang sangat dt sarankan untuk segala pria yang merasa punya masalah dalam mencari pasangan untuk membaca-baca artikelnya. Well, sebenernya sih dt sarankan untuk siapapun untuk membacanya. Toh, ga ada ruginya.

Senin, November 10, 2008

Happy Heroes Day - Happy Birthday, Sis

Semua orang tahu kalau 10 November adalah Hari Pahlawan. Dan di saat orang-orang bersiap memasang bendera Merah Putih di depan rumah atau ikut upacara, tidak dengan dt. dt lebih sibuk nyiapin acara ulang tahun adek yang kebetulan lahir di Hari Pahlawan.

Jadi, dt punya adek yang jarak lahirnya sepuluh tahun sama dt. Jauh banget? Emang. Padahal mapa ga ikut KB lo *dilempar panci*. Nah, adek dt yang namanya Zilvy dan untuk berikutnya bakal dt sebut dengan vy, sekarang udah ganjil berusia sebelas tahun.

Let start from the day before. Nah, di hari sebelumnya ini kami sekeluarga pergi ke mall buat hunting hadiah buat vy yang ternyata sudah punya daftar apa-apa aja yang kudu di beli. Buset. dt jaman SD aja ga bakal se-prepare ini. Beneran. Menurut dt, yang namanya hadiah itu terserah yang mau ngasih. Itu pun dt ga pernah punya ekspektasi kalau bakal ada orang yang bakal kasih hadiah. Paling yang diharap cuma acara makan-makan bareng sama keluarga. Kalo dapet hadiah itu mah tambahan menyenangkan lain. Oke, jadi setelah kami runtang-runtung ke berempatan keliling mall buat nyari tiga barang yang dipengenin vy, kami berlanjut ke supermarket buat nyari item-item pengisi bingkisan yang nantinya bakal dibagi-bagi ke temen sekelas vy. Kalo dt itung-itung sendiri, lebih dari lima ratus ribu keluar hari itu cuma buat nyiapin hari spesial vy yang ke sebelas.

Seperti ulang tahun ke sepuluh, tahun lalu, kali ini vy juga ngerayain ulang tahunnya di sekolah. Tapi kali ini kebetulan vy juga lagi ujian. Kesian deh, ulang tahun kok ya pas hari pertama ujian. Jadilah ga bisa bikin selametan, toh, yang mau diselametin sibuk belajar. Nah, untuk acara di sekolah pun bukan kek perayaan yang pake acara badut-badut, nyanyi-nyanyi, atau tiup-tiup lilin. Acaranya cuma berdoa bareng yang dipimpin Bu Guru, bagi-bagi nasi kotak, bagi-bagi bungkusan snack, plus salam-salaman ngasih ucapan selamat. Yah, dt sempet sih ambil videonya tapi ga ada poto-poto, wong semuanya pada keburu pulang semua.

Buat vy, dt ga bisa kasih apa-apa. *dasar kakak kere* Yang bisa dt kasih paling cuma ucapan selamat dan doa. Semoga vy panjang umur, tambah pinter, tambah cantik, tambah langsing, sehat selalu, dan selalu mendapat yang terbaik dari Allah. Amin.

Sabtu, November 08, 2008

The New F Word

Sebuah respon terhadap entri seorang teman pada 071008.


Kalau kalian suka nonton the Oprah Show, kalian pasti tahu apa itu the new F word. Forgive. Sebenarnya pembicaraan ini sudah lama dibahas di acara talk show itu. Jadi, mohon maaf sebelumnya kalau ternyata tidak semenggugah saat dt nonton acaranya secara langsung.

Saat seseorang menyakiti kita, sengaja atau tidak, hal berikutnya adalah sebuah pilihan bagi kita. Melupakan? Mengingat? Memaafkan? Walau dengan mudah kita menentukan yang mana, terkadang saat melaksanakannya tidak semudah keinginan kita.

Sebagai orang timur, kita —mending jangan pake kata kita, deh— dt diajari untuk selalu bersikap legowo, berlapang dada. Memaafkan setiap kesalahan bahkan sebelum orang tersebut meminta maaf. Sulit, kah? Sangat sulit awalnya. Kenapa dt harus memberi maaf sementara orang itu belum mau meminta maaf? Butuh waktu dan latihan untuk dapat dengan mudah memaafkan orang lain dan dengan ringan memaafkan saat orang lain menyakitimu.

Menurut dt, memaafkan adalah sebuah kondisi di mana saat dirimu, paling tidak, dapat merasa plain —tawar— saat mengingat sebuah kenangan yang menyakitkan. Tidak lagi merasa sakit, pedih, atau terluka. Memaafkan sendiri punya berbagai bentuk.

Umumnya orang-orang mengartikan memaafkan dengan melupakan sebuah kejadian dan bersikap layaknya tidak terjadi apa-apa. Melepaskan rasa sakit dan membiarkannya terhapus bersama waktu.
Itu yang biasanya kita lakukan. Tapi hati-hati, apa kita sudah benar-benar melupakannya? Menghapusnya? Atau ternyata kita hanya menumpuk semua kenangan kecil itu di sudut gudang memori yang paling dalam? Karena saat tiba-tiba kenangan itu muncul kembali dan kau masih merasa sakit, itu tanda bahwa kau belum benar-benar memaafkan. Hanya berpura-pura —dt ulang, pura-pura— melenyapkannya.

Bentuk yang lain dari memaafkan adalah justru memigura dan menghias kenangan pahit itu. Memajangnya sebagai pajangan, trofi, atau sekadar pengingat. Dan tiap kali mengenangnya, kau akan tertawa kecil (bukan ketawa hampa, lo). Ini adalah tahap memaafkan yang menurut dt paling susah. Hanya orang yang memiliki kebijakan tingkat tinggi untuk bisa melihat keindahan dari hal yang paling menyakitkan.

Memaafkan namun tetap mengingat kejadian pahit itu lalu berusaha terus menjalani hidup dengan segala perubahan yang terjadi karena rasa sakit yang sudah muncul, itu juga termasuk salah satu bentuk memaafkan, kok.

Layaknya jerawat, begitu pula dengan menyakiti orang lain.
Menyakitkan. Menyebalkan. Beberapa meninggalkan bekas. Beberapa lenyap begitu saja.

Tiba-tiba muncul jerawat di dahimu. Apa yang kau lakukan?
> Dioperasi?
> Dipencet?
> Diolesi obat jerawat?
> Dibiarkan saja?

Ternyata jerawat itu meninggalkan bekas. Apa yang kau lakukan?
> Mendekam di kamar agar tidak ada orang lain yang tahu?
> Tutupi dengan make up?
> Olesi dengan obat penghilang noda jerawat?
> Dibiarkan saja (lagi)?

Apapun itu kau harus hidup dengan noda itu. Coba lihat lagi wajahmu sekarang dengan sebuah noda kecil di dahi. It is not that bad, right? Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana perasaanmu saat melihat kembali kejadian itu. Biasa sajakah? Masih sakitkah? Kalau masih sakit, itu artinya kau belum benar-benar memaafkan.

Kau tahu, saat kita tidak memaafkan seseorang, sebenarnya itu adalah tanda bahwa kita membiarkan orang itu terus-menerus menyakiti kita. Coba lihat, bagaimana keadaan orang yang menyakitimu sekarang. Biasa sajakah? Dan dirimu masih terus saja kesakitan? Itu namanya tidak adil. Kalau dia bisa berjalan dan melanjutkan hidup dengan tenang, kamu pun harusnya demikian. Atau dia juga kesakitan? Well, dt sarankan, sembuhkan luka kalian bersama. Sakit itu ga enak.

Jadi bagaimana agar kita bisa memaafkan orang lain? Singkatnya sih, be objective. Seperti kata pepatah lama, ’tidak ada asap kalau tidak ada api’. Saat seseorang menyakitimu, coba keluar dari situasi itu dan melihatnya sebagai orang lain. Coba cari tahu apakah ada tindakan ’aku’ yang memicu orang itu sampai bertindak menyakiti? Tanyakan mengapa sampai orang itu menyakiti ’aku’. Kalau memang tidak ada kesalahan dari ’aku’, coba pahami kondisi orang itu. Sedang banyak masalahkah? Sedang PMS-kah? Sedang butuh perhatiankah? Kalau memang iya, coba maklumi.
Karena orang itu sedang berada dalam kondisi yang jauh lebih labil dari ’aku’.


Kamis, November 06, 2008

After Election (1)

Masih berhubungan dengan pesta demokrasi di Jawa Timur. Selang beberapa jam setelah tempat pemungutan suara di tutup, yang kurang lebih ditutup jam satu siang, para lembaga quickcount mulai bergerak. Hasilnya, berita-berita sore sudah bisa menyiarkan perkiraan, sekali lagi perkiraan, hasil dari pemilihan suara hari itu.

Rata-rata lembaga memperkirakan bahwa pasangan Khofifah-Mudjiono menang tipis atas lawan mereka Sukarwo-Syaiful Illah. Dan angkanya memang tipis. Bedanya ga sampe satu persen. Padahal kemungkinan kesalahan tiap quickcount kurang lebih satu hingga dua persen. Itu artinya hasil quickcount dapat berbalik. Tapi dari seluruh hasil quickcount yang dt lihat, semuanya menghasilkan kemenangan tipis pasangan nomor urut satu ini.

Kemenangan tipis seperti ini, menurut dt, bakal bawa rusuh. Karena pendukung fanatik yang kalah jelas ga terima dengan kemenangan tipis lawannya. Dan yang bisa meredakan para pendukung ini jelas hanya tindakan bijaksana dari sang Public Figure untuk dengan lapang dada menerima kekalahannya. Walau dt ga yakin apa dua-duanya bisa dengan menerima kekalahannya begitu saja.

Oia, sebagai tambahan golongan putih pada pemilihan kali ini mencapai 46%. Yang menurut dt, tidak dari kedua pasangan calon di atas yang sebenenarnya berhak untuk memegang jabatan Gubernur Jawa Timur.

Selasa, November 04, 2008

Election Day

4 November 2008.

The Election Day.

Well, dt ga ngomongin tentang pemilihan presiden di Amerika sana. dt ngomongin tentang pemilihan Gubernur Jawa Timur yang memang kebetulan acaranya dilaksanakan pada tanggal yang sama.
Dan kebetulan dt berada di propinsi yang berada di timur Jawa ini juga punya hak untuk memilih. Ayo dt ceritain sedikit tentang semua hal ga penting yang ada di benak dt tentang pemilihan kali ini.

Pemilihan gubernur ini sebenarnya memasuki putaran kedua.
Karena pada putaran pertama yang memiliki lima kandidat itu, ga ada satu pun yang memenuhi 40% suara pemilih. Dan dua kandidat yang memiliki pemilih paling besar adalah (ga usah inisial-inisialan, yah. Toh, semua juga sudah tahu) pasangan Sukarwo-Syaiful Illah dengan suara kurang lebih 26% dan pasangan Khofifah-Mudjiono dengan dukungan kurang lebih 24%.

Sebenernya, dt bukan orang yang politic minded. Bukan orang yang mau ikut berpikir bagaimana sebuah negara harus dipimpin. Bukan orang yang mau ikut sibuk terlibat dengan pesta politik seperti ini. Tapi bukan berarti dt bakal tutup mata dengan pergerakan dua calon gubernur ini.

Yang dt tahu adalah bahwa pasangan dengan nomor urut satu ini telah dapat dukungan dari dua belas partai dan mendapat dukungan pribadi dari tokoh politik wanita yang sepertinya tahun depan juga ingin nyalon jadi presiden lagi. Pasangan yang membawa tag Makmur Aman Tentram Bersama ini mengusung pembenahan perekonomian dan pertanian dalam program mereka.
Sedang yang dt tahu dari pasangan yang doyan mengumbar kalimat Coblos Brengose hanya bahwa mereka berencana bahwa seluruh APBD dialokasikan untuk rakyat (er.. memang seharusnya begitu, kan?). Ah, dan satu lagi, mereka punya situs yang lumayan bagus.

Jadi, menurut kalian dt bakal milih siapa? Well, dt tulis dengan jelas di sini kalau dt ga menghitamkan ujung jari kelingking dt dengan tinta yang disediakan pemerintah itu.

Golongan putih. Yaps. Beberapa orang memperkirakan kalau pemilihan pada putaran kedua ini jumlah orang-orang golongan putih bahkan akan mencapai angka 60%. Padahal pemilihan putaran pertama saja angka golongan putih mencapai 38%.
Beberapa orang tidak memilih karena bersikap fanatik dengan pilihan pertama mereka dulu. Beberapa yang lain tidak memilih karena menurut mereka siapapun yang terpilih nanti, toh, tidak akan ada perubahan yang berarti bagi mereka. Sedangkan bagi dt, pemilihan kali ini layaknya saat seorang vegetarian disuruh memilih mau makan daging ayam atau daging sapi.

Tidak dari dua pasangan di atas yang menarik bagi dt.
Bahkan lima pasangan di putaran pertama juga. Dalam pilih-memilih seperti ini dt bukannya melihat bagaimana visi dan misi masing-masing calon. dt justru lebih suka memilih orang-orang itu dari tampang mereka. Dangkal, memang. dt tahu. Tapi terkadang dan sering kali dt bisa mengetahui personality seseorang dari wajah seseorang. Dan dt lebih memilih bagaimana personality mereka daripada sekadar program yang mereka bawa.

dt melihat wajah lemah dan mudah dipengaruhi. dt melihat wajah tegas, keras kepala, dan tidak mau kalah. dt melihat wajah yang tidak dapat diandalkan. Dan untungnya dt bisa melihat satu wajah yang sepertinya penyayang dan peduli. Tapi itu bukan berarti dt bakal mau memilih. Toh, wajah yang dt sreg posisinya cuma wakil gubernur.

Orang bilang satu suara sangat berpengaruh dalam pemilihan. Dan dt telah memilih untuk tidak memilh.

Senin, Oktober 27, 2008

It's Ice Cream Time

Nah, setelah berbicara hal-hal panas yang berhubungan tentang neraka, bagaimana kalau sedikit pendinginan? It's Ice Cream time!



You Are a Hot Fudge Sundae


Classic, simple, and divine.

Why mess with perfection?





You Are Rocky Road Ice Cream


Unpredictable and wild, you know how to have fun.

You're also a trendsetter who takes risks with new things.

You know about the latest and greatest - and may have invented it!

You are most compatible with vanilla ice cream.




Your Ice Cream Personality:


You like to think of yourself as a fairly modest person. And it's true that you don't talk yourself up... but you're also pretty happy with who you are.

You are the type of person who likes to throw caution to the wind. You only live once, so you're going to live as large as possible. You are definitely a wild one!

You are a very open minded, liberal, and flexible person. You love many things. You tend to have tastes that range from down home to cosmopolitan.

You are a natural multitasker. You feel alive when you're doing more than one thing at a time.

You are fun loving and sweet. You tend to enjoy joking around and teasing people.



Okay, okay, bagaimana mungkin seorang yang fairly modest, classic, dan simple bisa jadi unpredictably wild, eh? Well, sepertinya dt memang paduan yang aneh ; ))

Kamis, Oktober 23, 2008

Berbicara tentang Neraka

Melanjutkan pembicaraan tentang neraka. dt sempat bilang gini sama Revo. ”tahu ga kalau dt ga takut sama neraka.” Nah lo. Kok bisa coba? Yang jelas kalimat itu bukan muncul karena bawaan period, lo ya. Kalimat itu murni dari akal sehat dt yang masih waras. Ini cuma tentang perbedaan pola pikir aja kok.

Menurut dt, neraka adalah bentuk konsekuensi dari setiap pelanggaran yang kita lakukan. Dan sebagian besar perbuatan pelanggaran itu kita lakukan dengan penuh kesadaran. Sadar bahwa kita melakukan hal yang salah. Berbohong. Mencuri. Menjelek-jelekkan orang. Berprasangka buruk. Sebutkan saja satu-satu. Dan berhubung kita melakukan pelanggaran itu secara sadar, itu artinya kita juga harus siap dengan konsekuensi yang sudah ada. Neraka.

Dan itu yang dt rasakan. Melakukan tiap perbuatan yang dt ketahui dengan sadar bahwa itu dosa dan mau tak mau harus siap dengan pembalasannya. Itu sudah jadi tanggung jawab dt, kan? Kalau memang sudah jadi tanggung jawab, apa yang harus ditakutkan. Terima saja. Gitu aja kok repot.

Yang dt takutkan justru kalau ada orang yang merasa sedih saat mereka ga bisa ketemu dt di surga.

Kadang dt sendiri heran kenapa pola pikir dt bisa membuat berbagai hal bisa jadi sesimpel ini...


Strangest Period

Menstrual syndrome kali ini benar-benar di luar kebiasaan. Biasanya saat period seperti ini, dt berlimpah energi, senyum terus mengembang, emosi meluap penuh optimisme, intinya masa terbaik dt justru pas masa period itu. Tapi period kali ini beda. Sumpah!

Di mulai dari masa pre period dengan emosi labil yang berlebihan. Waktu itu kebetulan dt tanpa sengaja ikut rapat informal yang harusnya ga dt ikuti. Di sana para otak organisasi pada brainstorming memikirkan nasib organisasi ke depannya. Dan dt yang memang ga tahu duduk permasalahannya dan diem aja selama perbincangan itu (waktu itu sebenernya dt lagi asik nulis cerita) malah ngerasa bersalah. Ga jelas banget kan. Waktu itu, sesampai di kosan dt nangis sejadi-jadinya. Perasaan dt penuh rasa bersalah dan dt ngerasa seperti orang paling ga berguna sedunia.

Dan yang masuk golongan parah lagi adalah kemarin sore. Tiba-tiba dt merasa tertekan luar biasa. Depresi. Padahal detik sebelumnya dt masih ketawa-ketawa seneng sambil baca postingan anak-anak IH. Dan detik berikutnya, kepala dt berat luar biasa. Rasanya otak bagian belakang diperas keras-keras. Lalu muncul pikiran-pikiran aneh. Cutter. Pisau. Korek api. Rasanya pengen main-main sama benda-benda itu. Rasanya seru kalau naruh ujung cutter di leher terus ditekan. Rasanya seru kalau naruh bilah pisau di pergelangan tangan terus digores. Rasanya seru kalau bisa nyalain korek api dan bakar setiap hal semua yang bisa dijilat lidah api.

Pikiran-pikiran aneh. Sampai akal sehat dt sendiri teriak-teriak sendiri. Rasanya dalam kepala dt ada tiga orang yang berbeda. Satu dengan kepribadian anehnya yang gila itu. Satu dengan akal sehat, logika, dan kewarasannya. Dan satu lagi hanya diam saja melihat dua yang lain, bingung harus apa. Kepala dt rasanya ruwet sendiri sampai-sampai dt ga bisa konsentrasi untuk nerusin bikin tugas.

dt putusin untuk istirahat sebentar daripada tugas malah berantakan. Henpun yang jadi sasaran. dt smsin temen-temen yang sekiranya bisa membantu mengalihkan perhatian dt dari pikiran-pikiran gila yang depresif itu. Lian. Mida. Revo. Sha. Sayangnya sms ke Sha dan Mida ga nyampe-nyampe. Lian masih sibuk ngajar. Dan jadilah smsan sama Revo.

And thanks a lot to Revo perhatian dt jadi sedikit teralihkan (walau sesaat sempat terpikir untuk menerjang lampu-lampu kendaraan yang kelihatan cantik). Ya jelaslah teralihkan. Lagi serius-serius ngomongin mati dan neraka tiba-tiba muncul kalimat yang satu itu. Siapa yang ga teralihkan. Untung henpun dt ga jatuh terus nyemplung (soalnya waktu itu jalan deket kubangan air). Wkwkwk.

Overall, masa period ini memang masa period paling aneh yang pernah dt rasain, jadi buat temen-temen yang ngerasa dt lebih aneh dari biasanya, harap maklum. *tersenyum manis sambil membungkuk hormat*

Selasa, Oktober 21, 2008

It's about Halloween

Sekarang sudah masuk bulan Oktober. Dan di IH pun Halloween Party juga sudah di mulai. Jadi, mari sedikit bermain-main dengan kuis yang berbau Halloween. Trick or Treat.



What Your Halloween Habits Say About You


You love the drama of Halloween. You definitely like to have the best costume around - and everyone noticing you.

Sneaky and devious, people should really watch out for you. You are usually underestimated and forgotten.

Your inner child is curious, brainy, and maybe even a little gross.

You truly fear the dark side of humanity. You are a true misanthrope.

You're logical, rational, and not easily effected. Not a lot scares you... especially when it comes to the paranormal.

You are a traditionalist with most aspects of your life. You like your Halloween costume to be basic, well made, and conventional enough to wear another year.


Wew, underestimated and forgotten, eh? Yet I'm sneaky though. Sometimes it's fun to be invisible.


You Should Be a Werewolf


You are seen as a bit tough and quite unpredictable. You follow your impulses.

You see Halloween as a time you can go a little crazy.

You love to scare people, and people are quite scared of you.

You tend to be intimidating - and not just on Halloween!


Me? Intimidating? I don't think so. I think I need second opinion.


You Are an Alien


You're so strange, people occasionally wonder if you're from another world.

You don't try to be different, but you see most things from a very unique, very offbeat perspective.

Brilliant to the point of genius, you definitely have some advanced intelligence going on.

No matter what circles you travel in, you always feel like a stranger. And it's a feeling you've learned to like.

Your greatest power: Your superhuman brain

Your greatest weakness: Your lack of empathy - you just don't get humans

You play well with: Zombies

What Kind of Monster Are You?

Wew again. Not human and play well with Zombies? Whatever. :))

Kamis, Oktober 16, 2008

[FanFiction] Unrequited Love


Disclaimer:
Tante JK Rowling untuk segala hal yang telah Anda cipatakan dan yang saia bawa-bawa kemari. Well, kecuali ide cerita...



Unrequited Love



”At the first time I saw you, Harry, I recognize you immediately.

“Not by your scar. By your eyes.

“Their your mother’s, Lily’s.

“Yes, oh yes, I knew her.”

***


End of Summer 1975


Mataku membelalak seakan-akan kedua bola di dalamnya ingin ikut meloncat keluar. Tidak percaya melihat satu benda yang baru saja berdenting jatuh dari dalam amplop yang biasa aku terima tiap tahun.
Benda berkilauan itu berdenting saat beradu dengan lantai. Lencana Prefek. Tanganku menyentuhi logam berkilau dengan huruf P besar itu. Dingin. Sepertinya burung hantu ini salah mengirimkan surat. Tidak mungkin orang seperti aku bisa mendapat kehormatan untuk menjadi Prefek.

Aku harus bicara pada Profesor Dumbledore tentang kesalahpahaman ini. Paling tidak, pada Profesor McGonagall.

Namun lekas aku mengurungkan rencanaku dan memilih untuk menerima tanggung jawab sebagai Prefek begitu tahu siapa partner kerjaku. Gadis itu. Gadis berambut merah dengan pipi yang selalu bersemu itu. Gadis yang senyumnya tak pernah lekang. Gadis dengan mata hijau tenang yang mampu membuai dan membuatku lupa siapa sebenarnya aku ini. Gadis itu, Lily Evans.

Dialah satu-satunya orang yang mau menolongku saat orang lain tidak. Bahkan dialah orang pertama yang menyadari absennya diriku pada hari-hari tertentu. Dia, Lily Evans-lah yang selalu membantuku. Bahkan sebelum aku menjadi bagian dari the Marauders.

Aku ingat saat purnama pertamaku di Hogwarts. Untung saja Dumbledore telah menyiapkan satu tempat khusus untukku. Sebuah rumah kecil --well, gubuk, lebih tepatnya-- yang tidak jauh dari Hogwarts. Bahkan Dumbledore menanamkan sebuah pohon gila yang saat menanamkannya saja sudah membuat Madam Pomfrey kalang kabut. Good man Dumbledore. Namun tetap saja proses itu menyakitkan. Membuat diriku sendiri malu atas keadaan ini. Membuatku merasa berbeda dari yang lain. Membuatku minder dan memilih untuk tidak dekat dengan siapapun. Tiga hari berturut-turut aku tidak berani melangkahkan kakiku keluar dari gubuk kecil itu.

”Ke mana saja kau beberapa hari ini?” Pertanyaan yang Lily ajukan saat memindahkan pupuk kotoran naga dalam pelajaran Herbologi esoknya mengejutkanku dan membuatku gelagapan mencari alasan.

“A-aku sakit.”

“Tapi aku tidak melihatmu di Hospital Wing.” Mata itu menatapi wajahku menyelidik. Namun aku juga merasakan sedikit perhatian di sana dan membuat kulit pucatku ini sedikit bersemu dan kelihatan lebih hidup.

“Er… aku dirawat di tempat lain.”


Purnama kedua, purnama ketiga, aku masih tidak berani keluar dari gubuk yang mulai dijuluki penduduk setempat dengan sebutan Shrieking Shack itu. Dan Lily Evans terus saja mempertanyakan kehilanganku itu. Padahal yang lain tidak peduli apakah aku ada atau tidak. Dan yang lain memilih untuk menganggapku tidak ada. Maka itu aku putuskan untuk purnama berikutnya aku hanya menghabiskan malam di gubuk itu dan kembali ke Hogwarts paginya. Tidak peduli betapa lemah, malu, dan merasa rendahnya aku. Untuk menghindari serangan menyelidik Lily dan yang lebih penting lagi, agar nada kecemasan tidak keluar dari bibir tipis itu.


”Remus... hei, Remus,”
ujar Lily sambil menyentuh pundakku, membuyarkan ingatan kecilku. ”Sebaiknya kita patroli sekarang.” Aku hanya mengangguk dan tersenyum sendu. Mengikuti gadis berambut merah itu memeriksa lorong-lorong gerbong Hogwarts Ekspress.

Wahai Dumbledore, semoga lencana ini bukan salah alamat. Kalaupun lencana ini adalah kesalahpahaman, kumohon agar kau tidak mengambilnya dariku. Karena lencana ini adalah alasanku agar dapat lebih sering bersamanya. Amin.

***


End of Summer 1977


Tidak biasa-biasanya James mengundang untuk menghabiskan sisa musim panas di rumahnya. Dalihnya adalah ia punya pengumuman terpenting abad ini. Kini adalah awal Agustus, itu artinya masih ada sekitar empat minggu yang akan dihabiskan di rumah James yang entah berapa kali besarnya bila dibandingkan dengan rumahku. Dan kini, kami berempat, di atas tempat tidur James, asik memperhatikan pembantaian catur sihir Peter oleh Sirius sampai James memutuskan untuk menyampaikan berita penting.

“Ehem… ehem. Okay, aku tidak ingin kalian tahu dari yang lain,” ujar James sok penting sambil menyengir lebar.

“Demi kolor Merlin! Apa yang begitu penting sampai kau mencegah Ratu-ku menggorok Kuda Peter?”
Komentar Sirius membuatku tertawa kecil, sedangkan Peter masih pusing sendiri melihat bidaknya yang tinggal segelintir.

“Okay, okay. Sabar sedikit kenapa. Jadi pengumuman pentingnya adalah,” James meloncat berdiri di atas tempat tidur dan berkacak pinggang, “kalian sedang melihat Head Boy tahun ini!”

“Whoa! You what?!” Sirius ikut meloncat di atas tempat tidur memberi selamat pada James, diikuti olehku dan Peter yang sepertinya separuh konsentrasinya masih pada bidak-bidak caturnya yang terus menyumpahinya karena ia tidak pandai bermain.

“Dan coba tebak siapa Head Girl-nya,” tambah James saat kami sudah duduk lagi, “Lily Evans!”

DEG!

Jantungku terasa berhenti. Membuatku otak kekurangan oksigen. Dan bereaksi dengan menolak untuk percaya kalimat terakhir James. No way. No way! NO WAY! Bukan rahasia lagi bagi kami kalau James menyukai Lily. Bukan rahasia lagi bagi kami kalau James selalu bertindak bodoh untuk menarik perhatian Lily. Dan juga bukan rahasia lagi bagi kami kalau setahun terakhir ini James mengubah strateginya. Ia mencoba menjadi anak baik.

Padahal akhir kelas enam lalu aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Prefek.
Mengapa? Karena sepertinya Evans mulai curiga dengan hilangnya diriku secara konstan di malam-malam patroli. Itu adalah alasan tak berdasar untuk Dumbledore. Karena Lily sudah terlalu sering marah padaku karena aku terlalu sering absen dari patroli malam dan menganggap bahwa aku lebih memilih bermain-main dengan tiga sahabatku daripada tanggung jawabku sebagai Prefek, dan sudah lelah dengan kemarahan Lily? Itu adalah alasan bohong untuk James, Sirius, dan Peter. Karena aku lelah ditempeli dan digunakan James sebagai alasan agar ia bisa berdekatan dengan Lily dan karena rasa sakit yang menyayat pedih di dadaku setiap kali melihat mereka bercanda berdua dan aku seakan sedang memakai Invisibility Cloak milik James? Itu adalah alasan sebenarnya yang aku pendam sendiri.

”Moony, wajahmu pucat sekali,” ucap Peter yang sudah menyerah dengan catur sihirnya dan memilih untuk memperhatikan air mukaku. Membuat yang lain ikut memperhatikan.

”Bukannya purnama sudah lewat dua hari lalu?” tanya James, masih menelisik wajahku yang pasti suram kini.

”Purnama kali ini kuat sekali,” ujarku beralasan. ”Lemasnya memang masih terasa.” Aku memaksa memasang senyum tipis untuk menghilangkan kekhawatiran sahabat-sahabatku. Dan memutuskan untuk lekas pulang alih-alih menghabiskan sisa musim panas di rumah James.
Tidak ingin berbagi kesenangan James yang diangkat sebagai Head Boy. Tidak ingin mendengar rencana-rencana kecil James untuk mendekati Lily. Tidak ingin terus-menerus memasang senyum sendu palsu di depan sahabatku.

***


End of Summer 1979


It’s a bad luck if the groom sees the bride before the wedding. Unfortunately, I’m not the groom. Aku memilih untuk menemui Lily sebelum menemui James yang saat ini pasti sedang ditemani Sirius dan Peter. Aku menemukannya di salah satu kamar tamu di rumah Potter. Ia mengenakan gaun putih panjang yang membuat rambut merahnya tampak mencolok namun membuatnya lebih apik. Rambut itu digelung tinggi. Kulihat tangan Lily menjangkau gelungan itu, mencoba menyematkan tudung tipis itu. ”Biar kubantu.” Dari sebelahnya aku mengambil tudung itu. ”Yang lain ke mana?”

”Ah, Remus! Aku tidak tahu kau di sana.” Lily tersenyum dan menyodorkan gelungan rambutnya agar aku bisa membantunya.”Mommy dan Ibu James sibuk menerima tamu. Dan Petunia, ah, kau tahu Petunia dia tidak akan mau terlibat apapun dengan dunia sihir.”

Aku hanya menggumam mendengarkannya dan sibuk melingkarkan tudung ke gelungan rambutnya dan menyematkan hiasan rangkaian bunga untuk menahannya. ”Done,” ujarku. Wajah Lily bangkit dan aku menyibak tudung itu. Wajah dan senyum Lily yang selalu sama. Wajah dan senyum yang selalu bisa membuatku merasa teduh.

”So, what am i look like?” tanya Lily sambil berputar memeragakan gaunnya.

“Beautiful,” ujarku jujur.

“Jadi, kapan Remus kami akan menyusul? Sudah menemukan gadis yang tepat?”

Ingin rasanya aku mengangguk dan berkata kalau gadis itu ada di hadapanku sekarang. Tapi jelas tidak mungkin. Lily pantas menerima lebih. ”Memangnya ada yang suka dengan manusia setengah serigala miskin seperti aku?” Ya, Lily telah mengetahui keadaanku saat kami semua bergabung dengan Orde Phoenix.

Lily berbalik dan menggengam tanganku.”Tentu saja ada. I like you.” Aku tahu itu hanya ucapan antarteman biasa.”Gadis bodoh mana yang menolak pria hebat, superbaik, dan lembut sepertimu?” Ah, mata itu. Mata hijau yang membuatku kelu dan aku hanya bisa tersenyum setuju. Walau ada gadis lain, hanya kau yang aku inginkan, Lily.

Karena engkau, kau yang mampu melihat keindahan orang lain walaupun orang itu tidak bisa melihat keindahannya sendiri. Karena engkau, kau yang mampu melihat keindahan dalam pria berpakaian lusuh tak berarti dan telah menunjukkan keindahan itu padaku. Karena engkau, kau yang mampu membuatku merasa berharga dan berharap untuk dapat memiliki kasihmu.

Memangnya kau siapa? Kau itu Werewolf! Kau hanya makhluk kelas dua! Tidak pantas kalau kau mendambakannya. Jelas James lebih pantas untuknya. Salah satu sisi diriku meneriakiku.

Aku tahu itu. Tapi tetap saja, salahkah bila aku tetap menyimpan perasaan ini dan terus mendambanya. Walaupun dadaku harus terhimpit nantinya tiap kali aku menemui mereka berdua. Terhimpit cemburu dan rasa bersalah pada James karena turut mencintai wanita yang sama. Wanita yang sebentar lagi akan resmi menjadi miliknya. Aku memilih untuk tidak merusak persahabatanku.

Lily yang kembali mematut diri di depan cermin mulai menceritakan rencana kehidupan pernikahannya dengan James. Dada ini tertekan begitu keras hingga sepertinya jantungku meloncat ke tenggorokan dan membuatku tercekat. Perasaanku campur aduk antara sakit karena wanita yang aku cintai memilih sahabatku dan bersalah karena tidak turut bergembira dalam kegembiraan mereka. Rasa itu terus menekan ke atas hingga seakan memerah kantung di kedua ujung dalam mataku. Memaksa mengalirkan air mata pedih.


If I were a teardrop
I want to be born from your eyes
Caressing your cheeks
And dieing on the tip your lips

But if you are my tears
I will never cry
Because I don’t want to lose you
Both of you


Tidak ada air mata. Hanya sunggingan senyum sendu.


-Finite-


FanFic ini juga ada di IH.
Huge thanks to:
- Agung yang ngirimin sms yang manis banget dan sudah saia gubah sedikit
- Miyu, Mida, Sha, Lian, Inta, Ayu, dan semua orang yang saia ganggu waktunya untuk bantu-bantu cari judul

Minggu, Oktober 12, 2008

It's about lying




You Are a Great Liar



You can pretty much pull anything over on anyone.

You are an expert liar, even if you don't lie very often.



No comment deh... --"






You Can Definitely Spot a Liar



Maybe you have good instincts. Or maybe you just have a lot of experience with liars.

Either way, it's pretty hard for someone to pull a fast one on you. You're like a human lie detector.



Well, so am I a great liar because i know the techniques? Or is it just in my blood?

And the most important question is, am I really a great liar?

Sabtu, Oktober 11, 2008

Mas Yayan's Baby

Beberapa hari yang lalu ada saudara yang main ke rumah. Mas Yayan, namanya. Mas Yayan bawa anaknya yang masih satu tahun. Bagas namanya. Lucu banget. And somehow, i want a baby.

I want to have a baby.

A baby of my own.

Jumat, Oktober 10, 2008

Ripiu Gath 031008

Ceritanya nih, Manda yang urang Bandung itu mudik ke rumah neneknya yang ada di Surabaya. Berhubung dt yang lagi pulang di Sidoarjo ini ga jauh-jauh amat sama Surabaya, jadilah kita ngerencanain gathering kecil-kecilan. Setiap anak HPI dan anak IH yang ada di Surabaya dihubungi (halah lebay! wong cuma nelpon si Cheeta ama Lissa doang). Rencananya sih, Ummi yang juga mudik ke Surabaya juga diajakin, tapi ternyata pas hari H, Ummi sudah balik ke Malang. Dan Lissa yang niatnya mau ikutan ternyata masih di kampung halamnnya (di mana ya… Lamongan kalo ga salah). Jadilah cuma Cheeta yang nemuin. Bertiga dong? Ya engga dong, kita bawa pasukan juga. Manda ngeborong adek-adek dan sepupunya, Inka, Adam, plus Icha. Nah, dt juga bawa adek plus Fita dan Kiki. Cuma si Cheeta yang single fighter.

Nah, kita semua ngumpul dulu di McD soalnya ini meeting point yang paling gampang. Selain itu, kita juga sekalian makan siang dulu sebelum nonton. Setelah perut terisi dan ga rewel lagi dan Cheeta akhirnya datang (telat nih...), kita naik ke lantai empat di Delta Plasa. Tempat cinema berada. Di studio dua, kita bersembilan nonton pilem yang paling ditunggu abad ini (lebay lagi...) Laskar Pelangi.

Itu film bagus! Sumpah! Walaupun banyak yang sama dengan buku, tapi tetep aja bagus. Dan menurut dt antara pilem dan buku seharusnya berdiri sendiri-sendiri karena emang sama bagusnya (walaupun, sekali lagi, ga sama dengan bukunya =.=”). Padahal dt menantikan perdebatan Lintang sama Pak Mahmud tapi yang ada malah pak Mahmud ngedukung Lintang ngelawan juri. Adegan Ikal-Kapur-A Ling itu juga beda... seharusnya kan mereka berdua sampe bersemuka. Tapi jadinya malah adegan Ikal nangkep kotak kapur dengan sok keren sambil ngintip mukanya A Ling. Tapi boleh juga tuh... wkwkwk... Bling-bling sama bunga Seroja yang muncul waktu kukunya A Ling muncul juga lucu. Ah, terus pas Mahar nyanyi Seroja juga konyol abis. Endingnya mengharukan... si Manda aja sampe mbribis mili (sesenggukan – pen.), si Cheeta malah sampe nangis-nangis.


Selesai nonton, kita duduk dulu di kursi di pujasera dan ngobrol dan poto-poto dikit. Gath berakhir waktu mama dt nelpon nyuruh pulang. Oia, di akhir gath, si Adam ngilang, tapi untungnya udah ketemu XD.


th Surabaya 031008

Kamis, Oktober 02, 2008

Sindroma Pasca Lebaran

Sebelumnya, dt mengucapkan mohon maaf lahir dan batin bagi siapapun yang pernah dt sakiti baik yang tidak sengaja ataupun yang dt sengaja.

Oke, Aidil Fitri a.k.a. Lebaran. Sebuah salah satu hari raya umat Muslim yang dirayakan setelah satu bulan berpuasa Ramadhan. Nah, sekarang apa aja sih yang jadi khasnya lebaran? Ketupat. Opor ayam. Sungkeman. Kumpul-kumpul keluarga. Mudik. Well, semua bener, dan dt perlu garis bawahi yang terakhir itu. Mudik. Kegiatan lebaran khas Indonesia. Semua orang berbondong-bondong kembali ke kampung halaman di hari spesial itu. Semuanya dikorbanin biar bisa mudik. Jual kalung emas sampe pinjem duit tetangga biar bisa bawa oleh-oleh buat orang di kampung. Mau naik sepada motor sambil bawa barang berlebih, mau naik mobil dengan resiko antre berjam-jam, naik kereta api yang umpel-umpelan, atau naik pesawat dengan tiket yang harganya naudzubillah, semua dijabanin. Termasuk sama maid di rumah dt. Mbak Mar.


Adalah sebuah keharusan untuk pulang dan libur sejenak di kampung halaman bagi mbak Mar. Dan kami-kami ini ditinggal sama elemen paling penting dalam kehidupan rumah tangga ini. Jadilah, Mama, Papa, Adek, Akung, dan dt harus bagi-bagi tugas yang biasanya semua dikerjain sama mbak Mar. Dan kami langsung memilih pekerjaan spesialisasi masing-masing.


Mama langsung ambil tanggung jawab menyetrika dan ngepel. Papa yang ahli nyuci, jelas ambil tugas nyuci baju plus cuci mobil. Kalo adek mau punya tugas ngelap-ngelap, ngerapihin tempat tidur, dan ga bikin rumah jadi berantakan.
And me? Well, dt takes the rest. Cuci piring, ngejemur baju dan ngangkat jemuran, nyapu, and those annoying little task such as make sure everything in place and do anything they told me to. Yah, intinya dt jadi House Elf. Dan akung? Er… he does the smoking and grumbling.