Kamis, Oktober 02, 2008

Sindroma Pasca Lebaran

Sebelumnya, dt mengucapkan mohon maaf lahir dan batin bagi siapapun yang pernah dt sakiti baik yang tidak sengaja ataupun yang dt sengaja.

Oke, Aidil Fitri a.k.a. Lebaran. Sebuah salah satu hari raya umat Muslim yang dirayakan setelah satu bulan berpuasa Ramadhan. Nah, sekarang apa aja sih yang jadi khasnya lebaran? Ketupat. Opor ayam. Sungkeman. Kumpul-kumpul keluarga. Mudik. Well, semua bener, dan dt perlu garis bawahi yang terakhir itu. Mudik. Kegiatan lebaran khas Indonesia. Semua orang berbondong-bondong kembali ke kampung halaman di hari spesial itu. Semuanya dikorbanin biar bisa mudik. Jual kalung emas sampe pinjem duit tetangga biar bisa bawa oleh-oleh buat orang di kampung. Mau naik sepada motor sambil bawa barang berlebih, mau naik mobil dengan resiko antre berjam-jam, naik kereta api yang umpel-umpelan, atau naik pesawat dengan tiket yang harganya naudzubillah, semua dijabanin. Termasuk sama maid di rumah dt. Mbak Mar.


Adalah sebuah keharusan untuk pulang dan libur sejenak di kampung halaman bagi mbak Mar. Dan kami-kami ini ditinggal sama elemen paling penting dalam kehidupan rumah tangga ini. Jadilah, Mama, Papa, Adek, Akung, dan dt harus bagi-bagi tugas yang biasanya semua dikerjain sama mbak Mar. Dan kami langsung memilih pekerjaan spesialisasi masing-masing.


Mama langsung ambil tanggung jawab menyetrika dan ngepel. Papa yang ahli nyuci, jelas ambil tugas nyuci baju plus cuci mobil. Kalo adek mau punya tugas ngelap-ngelap, ngerapihin tempat tidur, dan ga bikin rumah jadi berantakan.
And me? Well, dt takes the rest. Cuci piring, ngejemur baju dan ngangkat jemuran, nyapu, and those annoying little task such as make sure everything in place and do anything they told me to. Yah, intinya dt jadi House Elf. Dan akung? Er… he does the smoking and grumbling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar