Minggu, November 30, 2008

X9 Tales (day 7)

Hari ini dt ada penyuluhan untuk ibu-ibu PKK di RW 1. Penyuluhan tentang ASI dan makanan pendamping ASI. Sudah dari berapa hari lalu dt sudah siapin kebutuhan penyuluhan bareng Afni. Mulai dari soal pre dan post test, leaflet, poster, sampe daftar hadir.

Niatnya entar pas penyuluhan dt mau ngadain acara demo bikin makanan pendamping ASI, tapi sampai detik terakhir dt belum juga nyoba bikin. Males :p . Akhirnya tadi pagi dt bareng Afni, kami latihan membuat resep yang mau didemokan.

Menunya adalah telur kacang hijau.
Bahan:
- tepung beras 5sdm
- kacang hijau 4sdm
- telur 2butir
- gula 2sdm
- minyak 1sdt
- garam 1/4sdt
- air scukupnya
Cara membuat:
- rebus kacang hijau hingga lunak lalu hancurkan
- campur semua bahan dan aduk rata
- masak di atas api sedang dan terus tambahkan air hingga terbentuk tekstur yang diinginkan

Setelah mencoba setengah resep, ternyata jadinya buanyak banget bo! Kirain bakal jadi berapa sendok, eh, malah jadi sepiring penuh. Dan berujung di perut-perut anak-anak yang emang kek lubang hitam.

Pas mau penyuluhan, dt ngerasa degdegser. Eh, engga ding, ga degdegser. Cuma rada depresi sampe perut pengen bongkar muatan. Khawatir sama gimana penyuluhannya entar soalnya sampai detik terakhir dt ngerasa kurang menguasai materi yang mau dt sampein. Tapi untungnya semua berjalan lancar walau dt ngerasa kalau omongan dt ga didengerin.

Sabtu, November 29, 2008

X9 Tales (day 6)

Sudah enam hari dt mendekam di desa demi tugas PIPPG. Sudah enam hari dt nginep di rumah kosong milik warga bareng sebelas srikandi yang lain. Dan baru setelah enam hari dt baru sadar kalau dt bisa up date blog dari henpun. Secara dt ga menemukan warnet di sekitar tempat tinggal dt.

Nyaris seminggu di sini dt jadi lebih rajin. Rajin bangun, rajin bebersih, rajin, masak, rajin shalat, rajin mandi (jadi ketauan ga doyan mandi, nih), dan rajin makan juga. Moga-moga kebiasaan baik bisa dt bawa terus.

Untuk selanjutnya dt bakal terus up date apa aja yang dt lakuin selama di sini. Dan untuk enam hari yang hilang, biar aja yak. dt males ngingetnya. XDD

Jumat, November 21, 2008

Pacaran?

Udah kepala dua tapi belum pernah ngicipin apa yang namanya itu pacaran. Beberapa orang menganggapnya mengenaskan tapi dt menganggap itu menyenangkan. Lagipula sampe sekarang dt masih ga ngeh dengan konsep pacaran itu kek apa. Terkadang dt lebih ngerti tentang konsep pernikahan daripada pacaran.

Coba deh bantu dt ngertiin pacaran itu kek apa dengan menjawab tiga pertanyaan di bawah ini.

- Apa sih tujuan pacaran?
- Apa sih manfaatnya pacaran?
- Memangnya kalau ga pacaran kenapa?

Well, kalau udah ada yang bisa ngasih penjelasan yang tepat dan ngena ke dt, mungkin dt akan mempertimbangkan untuk pacaran. Wkwkwk.

Kamis, November 20, 2008

the Hitman System

RERE! TANGGUNG JAWAB!

Jadi, di tengah keseriusan dt untuk mencari bahan-bahan untuk tugas akhir dt, dt diminta untuk baca blog Rere. Katanya sih dijamin bakal ketawa. Nah, berhubung dt juga mulai jenuh dengan pencarian data yang makin tidak jelas juntrungannya, jadilah dt buka blog Rere. Yang isinya mending kalian baca sendiri. Hehehe..

Nah, di tengah cerita Rere dalam blognya, ia me-link satu situs yang bertajuk Hitman System yang berhasil buat dt nyengir-nyengir sendiri sambil kadang-kadang ngangguk-ngangguk sendiri atau malah ngomong ke layar lepti --yang kemudian diliatin dengan tatapan itu-dt-kenapa-sih sama mbak di rumah.

Hitman System adalah satu situs yang sangat dt sarankan untuk segala pria yang merasa punya masalah dalam mencari pasangan untuk membaca-baca artikelnya. Well, sebenernya sih dt sarankan untuk siapapun untuk membacanya. Toh, ga ada ruginya.

Senin, November 10, 2008

Happy Heroes Day - Happy Birthday, Sis

Semua orang tahu kalau 10 November adalah Hari Pahlawan. Dan di saat orang-orang bersiap memasang bendera Merah Putih di depan rumah atau ikut upacara, tidak dengan dt. dt lebih sibuk nyiapin acara ulang tahun adek yang kebetulan lahir di Hari Pahlawan.

Jadi, dt punya adek yang jarak lahirnya sepuluh tahun sama dt. Jauh banget? Emang. Padahal mapa ga ikut KB lo *dilempar panci*. Nah, adek dt yang namanya Zilvy dan untuk berikutnya bakal dt sebut dengan vy, sekarang udah ganjil berusia sebelas tahun.

Let start from the day before. Nah, di hari sebelumnya ini kami sekeluarga pergi ke mall buat hunting hadiah buat vy yang ternyata sudah punya daftar apa-apa aja yang kudu di beli. Buset. dt jaman SD aja ga bakal se-prepare ini. Beneran. Menurut dt, yang namanya hadiah itu terserah yang mau ngasih. Itu pun dt ga pernah punya ekspektasi kalau bakal ada orang yang bakal kasih hadiah. Paling yang diharap cuma acara makan-makan bareng sama keluarga. Kalo dapet hadiah itu mah tambahan menyenangkan lain. Oke, jadi setelah kami runtang-runtung ke berempatan keliling mall buat nyari tiga barang yang dipengenin vy, kami berlanjut ke supermarket buat nyari item-item pengisi bingkisan yang nantinya bakal dibagi-bagi ke temen sekelas vy. Kalo dt itung-itung sendiri, lebih dari lima ratus ribu keluar hari itu cuma buat nyiapin hari spesial vy yang ke sebelas.

Seperti ulang tahun ke sepuluh, tahun lalu, kali ini vy juga ngerayain ulang tahunnya di sekolah. Tapi kali ini kebetulan vy juga lagi ujian. Kesian deh, ulang tahun kok ya pas hari pertama ujian. Jadilah ga bisa bikin selametan, toh, yang mau diselametin sibuk belajar. Nah, untuk acara di sekolah pun bukan kek perayaan yang pake acara badut-badut, nyanyi-nyanyi, atau tiup-tiup lilin. Acaranya cuma berdoa bareng yang dipimpin Bu Guru, bagi-bagi nasi kotak, bagi-bagi bungkusan snack, plus salam-salaman ngasih ucapan selamat. Yah, dt sempet sih ambil videonya tapi ga ada poto-poto, wong semuanya pada keburu pulang semua.

Buat vy, dt ga bisa kasih apa-apa. *dasar kakak kere* Yang bisa dt kasih paling cuma ucapan selamat dan doa. Semoga vy panjang umur, tambah pinter, tambah cantik, tambah langsing, sehat selalu, dan selalu mendapat yang terbaik dari Allah. Amin.

Sabtu, November 08, 2008

The New F Word

Sebuah respon terhadap entri seorang teman pada 071008.


Kalau kalian suka nonton the Oprah Show, kalian pasti tahu apa itu the new F word. Forgive. Sebenarnya pembicaraan ini sudah lama dibahas di acara talk show itu. Jadi, mohon maaf sebelumnya kalau ternyata tidak semenggugah saat dt nonton acaranya secara langsung.

Saat seseorang menyakiti kita, sengaja atau tidak, hal berikutnya adalah sebuah pilihan bagi kita. Melupakan? Mengingat? Memaafkan? Walau dengan mudah kita menentukan yang mana, terkadang saat melaksanakannya tidak semudah keinginan kita.

Sebagai orang timur, kita —mending jangan pake kata kita, deh— dt diajari untuk selalu bersikap legowo, berlapang dada. Memaafkan setiap kesalahan bahkan sebelum orang tersebut meminta maaf. Sulit, kah? Sangat sulit awalnya. Kenapa dt harus memberi maaf sementara orang itu belum mau meminta maaf? Butuh waktu dan latihan untuk dapat dengan mudah memaafkan orang lain dan dengan ringan memaafkan saat orang lain menyakitimu.

Menurut dt, memaafkan adalah sebuah kondisi di mana saat dirimu, paling tidak, dapat merasa plain —tawar— saat mengingat sebuah kenangan yang menyakitkan. Tidak lagi merasa sakit, pedih, atau terluka. Memaafkan sendiri punya berbagai bentuk.

Umumnya orang-orang mengartikan memaafkan dengan melupakan sebuah kejadian dan bersikap layaknya tidak terjadi apa-apa. Melepaskan rasa sakit dan membiarkannya terhapus bersama waktu.
Itu yang biasanya kita lakukan. Tapi hati-hati, apa kita sudah benar-benar melupakannya? Menghapusnya? Atau ternyata kita hanya menumpuk semua kenangan kecil itu di sudut gudang memori yang paling dalam? Karena saat tiba-tiba kenangan itu muncul kembali dan kau masih merasa sakit, itu tanda bahwa kau belum benar-benar memaafkan. Hanya berpura-pura —dt ulang, pura-pura— melenyapkannya.

Bentuk yang lain dari memaafkan adalah justru memigura dan menghias kenangan pahit itu. Memajangnya sebagai pajangan, trofi, atau sekadar pengingat. Dan tiap kali mengenangnya, kau akan tertawa kecil (bukan ketawa hampa, lo). Ini adalah tahap memaafkan yang menurut dt paling susah. Hanya orang yang memiliki kebijakan tingkat tinggi untuk bisa melihat keindahan dari hal yang paling menyakitkan.

Memaafkan namun tetap mengingat kejadian pahit itu lalu berusaha terus menjalani hidup dengan segala perubahan yang terjadi karena rasa sakit yang sudah muncul, itu juga termasuk salah satu bentuk memaafkan, kok.

Layaknya jerawat, begitu pula dengan menyakiti orang lain.
Menyakitkan. Menyebalkan. Beberapa meninggalkan bekas. Beberapa lenyap begitu saja.

Tiba-tiba muncul jerawat di dahimu. Apa yang kau lakukan?
> Dioperasi?
> Dipencet?
> Diolesi obat jerawat?
> Dibiarkan saja?

Ternyata jerawat itu meninggalkan bekas. Apa yang kau lakukan?
> Mendekam di kamar agar tidak ada orang lain yang tahu?
> Tutupi dengan make up?
> Olesi dengan obat penghilang noda jerawat?
> Dibiarkan saja (lagi)?

Apapun itu kau harus hidup dengan noda itu. Coba lihat lagi wajahmu sekarang dengan sebuah noda kecil di dahi. It is not that bad, right? Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana perasaanmu saat melihat kembali kejadian itu. Biasa sajakah? Masih sakitkah? Kalau masih sakit, itu artinya kau belum benar-benar memaafkan.

Kau tahu, saat kita tidak memaafkan seseorang, sebenarnya itu adalah tanda bahwa kita membiarkan orang itu terus-menerus menyakiti kita. Coba lihat, bagaimana keadaan orang yang menyakitimu sekarang. Biasa sajakah? Dan dirimu masih terus saja kesakitan? Itu namanya tidak adil. Kalau dia bisa berjalan dan melanjutkan hidup dengan tenang, kamu pun harusnya demikian. Atau dia juga kesakitan? Well, dt sarankan, sembuhkan luka kalian bersama. Sakit itu ga enak.

Jadi bagaimana agar kita bisa memaafkan orang lain? Singkatnya sih, be objective. Seperti kata pepatah lama, ’tidak ada asap kalau tidak ada api’. Saat seseorang menyakitimu, coba keluar dari situasi itu dan melihatnya sebagai orang lain. Coba cari tahu apakah ada tindakan ’aku’ yang memicu orang itu sampai bertindak menyakiti? Tanyakan mengapa sampai orang itu menyakiti ’aku’. Kalau memang tidak ada kesalahan dari ’aku’, coba pahami kondisi orang itu. Sedang banyak masalahkah? Sedang PMS-kah? Sedang butuh perhatiankah? Kalau memang iya, coba maklumi.
Karena orang itu sedang berada dalam kondisi yang jauh lebih labil dari ’aku’.


Kamis, November 06, 2008

After Election (1)

Masih berhubungan dengan pesta demokrasi di Jawa Timur. Selang beberapa jam setelah tempat pemungutan suara di tutup, yang kurang lebih ditutup jam satu siang, para lembaga quickcount mulai bergerak. Hasilnya, berita-berita sore sudah bisa menyiarkan perkiraan, sekali lagi perkiraan, hasil dari pemilihan suara hari itu.

Rata-rata lembaga memperkirakan bahwa pasangan Khofifah-Mudjiono menang tipis atas lawan mereka Sukarwo-Syaiful Illah. Dan angkanya memang tipis. Bedanya ga sampe satu persen. Padahal kemungkinan kesalahan tiap quickcount kurang lebih satu hingga dua persen. Itu artinya hasil quickcount dapat berbalik. Tapi dari seluruh hasil quickcount yang dt lihat, semuanya menghasilkan kemenangan tipis pasangan nomor urut satu ini.

Kemenangan tipis seperti ini, menurut dt, bakal bawa rusuh. Karena pendukung fanatik yang kalah jelas ga terima dengan kemenangan tipis lawannya. Dan yang bisa meredakan para pendukung ini jelas hanya tindakan bijaksana dari sang Public Figure untuk dengan lapang dada menerima kekalahannya. Walau dt ga yakin apa dua-duanya bisa dengan menerima kekalahannya begitu saja.

Oia, sebagai tambahan golongan putih pada pemilihan kali ini mencapai 46%. Yang menurut dt, tidak dari kedua pasangan calon di atas yang sebenenarnya berhak untuk memegang jabatan Gubernur Jawa Timur.

Selasa, November 04, 2008

Election Day

4 November 2008.

The Election Day.

Well, dt ga ngomongin tentang pemilihan presiden di Amerika sana. dt ngomongin tentang pemilihan Gubernur Jawa Timur yang memang kebetulan acaranya dilaksanakan pada tanggal yang sama.
Dan kebetulan dt berada di propinsi yang berada di timur Jawa ini juga punya hak untuk memilih. Ayo dt ceritain sedikit tentang semua hal ga penting yang ada di benak dt tentang pemilihan kali ini.

Pemilihan gubernur ini sebenarnya memasuki putaran kedua.
Karena pada putaran pertama yang memiliki lima kandidat itu, ga ada satu pun yang memenuhi 40% suara pemilih. Dan dua kandidat yang memiliki pemilih paling besar adalah (ga usah inisial-inisialan, yah. Toh, semua juga sudah tahu) pasangan Sukarwo-Syaiful Illah dengan suara kurang lebih 26% dan pasangan Khofifah-Mudjiono dengan dukungan kurang lebih 24%.

Sebenernya, dt bukan orang yang politic minded. Bukan orang yang mau ikut berpikir bagaimana sebuah negara harus dipimpin. Bukan orang yang mau ikut sibuk terlibat dengan pesta politik seperti ini. Tapi bukan berarti dt bakal tutup mata dengan pergerakan dua calon gubernur ini.

Yang dt tahu adalah bahwa pasangan dengan nomor urut satu ini telah dapat dukungan dari dua belas partai dan mendapat dukungan pribadi dari tokoh politik wanita yang sepertinya tahun depan juga ingin nyalon jadi presiden lagi. Pasangan yang membawa tag Makmur Aman Tentram Bersama ini mengusung pembenahan perekonomian dan pertanian dalam program mereka.
Sedang yang dt tahu dari pasangan yang doyan mengumbar kalimat Coblos Brengose hanya bahwa mereka berencana bahwa seluruh APBD dialokasikan untuk rakyat (er.. memang seharusnya begitu, kan?). Ah, dan satu lagi, mereka punya situs yang lumayan bagus.

Jadi, menurut kalian dt bakal milih siapa? Well, dt tulis dengan jelas di sini kalau dt ga menghitamkan ujung jari kelingking dt dengan tinta yang disediakan pemerintah itu.

Golongan putih. Yaps. Beberapa orang memperkirakan kalau pemilihan pada putaran kedua ini jumlah orang-orang golongan putih bahkan akan mencapai angka 60%. Padahal pemilihan putaran pertama saja angka golongan putih mencapai 38%.
Beberapa orang tidak memilih karena bersikap fanatik dengan pilihan pertama mereka dulu. Beberapa yang lain tidak memilih karena menurut mereka siapapun yang terpilih nanti, toh, tidak akan ada perubahan yang berarti bagi mereka. Sedangkan bagi dt, pemilihan kali ini layaknya saat seorang vegetarian disuruh memilih mau makan daging ayam atau daging sapi.

Tidak dari dua pasangan di atas yang menarik bagi dt.
Bahkan lima pasangan di putaran pertama juga. Dalam pilih-memilih seperti ini dt bukannya melihat bagaimana visi dan misi masing-masing calon. dt justru lebih suka memilih orang-orang itu dari tampang mereka. Dangkal, memang. dt tahu. Tapi terkadang dan sering kali dt bisa mengetahui personality seseorang dari wajah seseorang. Dan dt lebih memilih bagaimana personality mereka daripada sekadar program yang mereka bawa.

dt melihat wajah lemah dan mudah dipengaruhi. dt melihat wajah tegas, keras kepala, dan tidak mau kalah. dt melihat wajah yang tidak dapat diandalkan. Dan untungnya dt bisa melihat satu wajah yang sepertinya penyayang dan peduli. Tapi itu bukan berarti dt bakal mau memilih. Toh, wajah yang dt sreg posisinya cuma wakil gubernur.

Orang bilang satu suara sangat berpengaruh dalam pemilihan. Dan dt telah memilih untuk tidak memilh.