Senin, Desember 08, 2008

Anjloknya Esterogen (1)

Tiba-tiba dt mengalami mood roller-coaster. Sedetik pengen nangis, detik berikutnya pengen ketawa sendiri, detik berikutnya terasa seperti depresi berat dan langsung mikirin pisau yang lagi dipake buat motong jamur. Dan yang pasti, sensi abis. Alasannya cuma satu. Hormon!

Yaps, itu salah satu efek saat preperiod time tiba. Anjloknya hormon esterogen yang tiba-tiba sampai mampu melabilkan tingkat emosi dt yang normalnya sangat stabil. Jangan tanya gimana ceritanya soalnya pas faal dt dapet jelek. Kalau sudah kek gini, dt bakal lebih milih untuk menyendiri dan ga berhubungan dengan orang lain walau sebenernya dt butuh orang lain entah untuk ngobrol atau pengalihan perhatian dari pemikiran sarap yang terus ngingetin dt sama pisau di dapur. Tapi dt ga berani deket-deket sama orang karena nanti takutnya mereka bakal tersakiti sama kata-kata dt yang lagi sensi abis.

Selain menyendiri, dt juga mencoba menekan seluruh emosi dt. Menyelubunginya dengan logika. Sampai tahap ini, kalian bakal dt sebagai orang yang luar biasa tenang dengan kemampuan analitik tajam, mampu menyelesaikan masalah, sekaligus dingin. Karena dt menekan emosi dt dalam-dalam. Don't ask me how, i just can do it. Tapi satu keburukan saat dt masuk tahap ini. dt jadi orang yang sangat sarkastik.

Mungkin kesarkastikan itu muncul sebagai letupan-letupan emosi yang dt tekan, atau karena dt tidak lagi memunculkan emosi hingga lupa bagaimana perasaan orang dt sarkastik-in.

*sighed*

It is a mood disaster. Terkadang dt berpikir mungkin lebih enak jadi cowok.

Efek anjloknya esterogen ga hanya ngaruh ke emosi aja, tapi juga fisik. Well, ntar aja tp dt kasih tahunya. Jempol dah pegel, soalnya. XDD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar