Rabu, Desember 10, 2008

Anjloknya Esterogen (2)

Hormon catastrophy still continue.

Selain mood roller coaster, kegilaan hormon seperti ini juga berpengaruh ke fisik. Imunitas dt drop abis, badan jadi pegel semua, kulit jadi sensitif dengan sentuhan (kalau disentuh terasa sakit maksudnya), tulang belakang sakitnya minta ampun, pinggang dan pinggul rasanya remuk. Kadang-kadang dt sampai merasa pengen jadi cowok aja, karena mereka tidak perlu merasakan hal ini.

Kalau sudah kek gini jadi pusing sendiri mau ngapain. Berdiri badan pegel, duduk pinggang sakit, tidur tambah lemes. Apa? Minum sepeda rasa sakit? Aih, dt bukan orang yang dengan mudah minum obat sebelum terdesak. Lagipula dt tipe orang yang percaya dengan self healing, jadi alternatif dt adalah mengatur nafas dan mengalihkan perhatian dan konsentrasi ke yang lain. Kebetulan kali ini lagi dapet giliran masak, jadi deh dt ngalihin perhatian ke depan kompor buat numis kangkung plus goreng tempe. Terus bergerak bakal ngebantu dt ngalihin perhatian. Masak selesai, dt ikut anak-anak ke balai desa buat bahas acara hari minggu nanti. Terus bergerak memaksa dt bernafas lebih banyak. Dan sekarang rasa sakit dan nyeri di sekujur tubuh sudah mulai berkurang, soalnya badan dt sudah mulai hangat karena bergerak terus. Hopefully hangatnya tahan lama, karena hujan di luar makin deras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar