Kamis, Desember 11, 2008

X9 Tales (Day 16)

Hari ini dt bikin kalender 2009 buat suvenir. Setelah nemuin kalender contekan dan memerahkan beberapa tanggal, saatnya memenuhi kalender dengan foto. Salah satu alasan kenapa dt yang kebagian tugas tambahan untuk bikin kalender adalah karena selama ini dt yang bawa kamera dan doyan jeprat-jepret kegiatan yang kami laksanakan. Sedangkan alasan kuatnya adalah karena cuma dt yang bisa ngutak-atik corel *gede kepala*.

Selama nata foto kalender, yang terpaksa isinya foto kegiatan semua, dt baru menyadari kalau foto nampang para srikandi ini bisa diitung jari. Wah, wah, sebagai anggota ORMAGIKA (Organisasi Mahasiswa Gila Kamera) dt merasa bersalah. Adalah sebuah kewajiban bagi anggota ORMAGIKA untuk tetap sadar kamera dan nampang setiap ada lensa yang membidik.

Nah, berhubung dt selama ini sudah jadi sie dokumentasi alias pemegang kamera, dt merasa bertanggung jawab untuk mencari kesempatan dan tempat asik untuk mengabadikan keindahan gaya para srikandi Nine Rivers ini. Hm, tapi sampai sekarang dt cuma dapet sedikit tempat keren yang bisa dijadikan latar. Pohon beringin di SDN2, lapangan sebelah balai desa, balai desa, ladang tebu, hutan Kuso, sama jalanan. Rasanya butuh tempat yang lebih eksotis nih..

Jadi sie dokumentasi abadi tuh enak juga loh. Saat pembagian panitia acara, dt dengan semena-mena bisa ngeles dari tunjukan tugas panitia dengan dalih "Kan dt yang foto-foto".

Tapi ternyata jadi tukang foto ada ga enaknya juga karena justru jarang dijepret. Yang namanya tukang foto itu MEMFOTO bukan DIFOTO. Dari sekian banyak hasil jepretan, foto yang ada dt di dalamnya masih bisa dihitung tangan. Dan kebanyakan foto itu ga sebagus foto jepretan dt. Yang ga fokuslah, yang gelaplah, yang pecahlah, macem-macem deh. Jadilah mending dt yang memfoto dan dt harus merelakan diri jadi tumbal kamera. Huks.. nasib, nasib, kutukan dokumentasi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar