Jumat, Januari 09, 2009

Nguping nih, Ceritanya

dt lagi dalam bus perjalanan pulang ke MudField sekarang. Dan di belakang dt ada seorang cewek yang lagi ngobrol via telpon. Tadi pas cewek itu naik, dt kira dia itu cewek tomboi yang efisien. Karena dari potongan rambutnya yang kaku itu dipotong cukup pendek. Tapi ternyata dt salah. Itu cewek cuma suka bergaya tomboi. Karena menit berikutnya dia langsung ngobrol di telpon dengan segala kegenitan yang girlish abis. You can't judge a book from its cover. Yeah.

Dalam pembicaraannya di telpon, ini cewek pakai tiga bahasa sekaligus. Bahasa jawa ngoko yang medok, bahasa indonesia yang gaul, dan bahasa inggris a la tante-tante genit yang sok bisa bahasa inggris. Pas denger reaksi dt langsung, 'cek kemenyeké seh..' (sok banget sih - pen.). Kenapa dt bereaksi seperti itu? Karena dt ga terbiasa mendengar orang berbicara dengan cara yang campur aduk seperti itu. Setiap penggunaan bahasa punya makna yang beda buat dt.

Tapi kalau dipikir lagi mungkin itu mekanisme si cewek agar lebih nyaman mengekspresikan yang ia sampaikan ke temannya yang ada di ujung telpon sana. Pakai bahasa indonesia gaul ber-lo-gue mungkin karena lingkungan kampus kebanyakan temannya pake bahasa itu. Pakai bahasa jawa saat butuh suasana yang lebih akrab dan intim, karena dt perhatiin ni cewek lebih sering pake bahasa jawa pas narik simpati temen ngobrolnya. Dan pakai bahasa inggris saat dia bahas sesuatu yang tidak ingin orang lain mengonsumsinya. Ngejelekin pacar sendiri, maksudnya. Wkwk, dasar, pacar sendiri kok dirasani, mbak..

Sayangnya kuping dt sudah lumayan fasih untuk mendengarkan english conversation, jadi maaf ya, mbak, ga maksud nguping. Mbaknya sendiri ngomongnya lumayan keras sih..

By the way, sudah lebih dari setengah jam itu cewek ngobrol di telpon dengan orang yang sama. Apa itu kuping ga capek ya? dt aja capek dengernya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar