Sabtu, Januari 17, 2009

I need a hug

I need a hug.

The big one.

Entah kenapa tiba-tiba dt pengen dipeluk. Entah karena chara dt dipeluk terus PMnya jadi dipeluk juga atau karena kondisi emosional dt yang memang sedang terpuruk sampai butuh dukungan fisik-emosional.

Biasanya dengan ngobrol atau curhat sama temen-temen (di real atau net world) itu sudah cukup untuk bangkitin kondisi dt yang sedang terseok-seok. Tapi kali ini tekanan yang dt hadapi berhasil buat dt jatuh terjerembab sampe ndlosor-ndlosor. Sampai dt lebih memusingkan rasa sakitnya daripada dt bangkit dan melanjutkan berjalan. Bodoh, memang. dt tahu. Tapi entah kenapa kali ini dt itu bukan jatuh ke jalanan, tapi jatuh ke lubang galian yang dibuat seenaknya tanpa repot-repot memberi tanda peringatan. Setengah mati rasanya untuk bangkit dan keluar dari sana. Padahal dt yakin lubang itu tidak sedalam yang dt pikirkan. It's just my own mind playing trick.

Sebuah pelukan jelas sangat berarti untuk dt. Bagi dt pelukan dapat memberikan kenyamanan dan kekuatan untuk membantu dt bangkit dari situasi apapun.

Seorang bayi yang lebih sering disentuh jauh lebih tidak rewel daripada bayi yang tidak pernah disentuh.

Sentuhan, any touch, jelas lebih kuat efeknya daripada sekadar ketikan huruf atau kalimat yang keluar dari mulut. Pelukan, belaian di kepala, usapan di punggung, atau bahkan tepukan ringan di pundak jelas lebih mampu memberikan kenyamanan.

Ah, dt misses her mum..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar