Jumat, Januari 23, 2009

Just another lossy guy

Frankly! Apakah nelpon tiba-tiba dan tanya nama masih jadi metode kenalan yang tren saat ini?

Puh-lease...

Heran deh, kenapa masih ada juga yang masih pake cara yang udah out of date itu. Apa para lelaki di luar sana sebegitu desperate-nya sampai pakai cara paling nggilani untuk kenalan sama seorang perempuan? *sighed* Mengenaskan.

Kenapa dt bilang cara paling nggilani? Well, udah jelas, kan. Mencoba asal tekan nomor dan kalau kebetulan yang ngangkat cewek terus diajak kenalan. What do yo thing are we? A target that you can aim eye blinded? It's sickening. Dan yang lebih bikin nggilani lagi, kenalan lewat telpon itu jelas ga perlu bertemu muka. Itu artinya kalian pengecut. Buat mereka kenalan via telpon jelas lebih menyelamatkan muka mereka sendiri. Kalau mau diajak kenalan syukur, kalau engga all you have to do is just hang off the phone.

Dan dt tahu banyak laki-laki yang melakukan hal menjijikkan itu. Mengingat entah berapa kali dt mengangkat nomor yang ga dt kenal dan berujung minta kenalan. But sorry boys, you won't even get my name, no matter you try, cry, or beg.

Ada satu yang kemaren nelpon dt. Kalo ga salah inget, Rizal namanya (padahal awalnya dia bilang dia Vino, kalo ga salah denger). Dan untuk perjuangannya, dia berhasil memecahkan rekor seorang cowok yang berjuang paling lama untuk telpon ga dikenal ini. 21 menit lebih.

Me. Nge. Nas. Kan.

Tapi boleh deh dt tepuk tangan dt buat menghargai perjuangannya. Biasanya waktu yang dt butuhin untuk menghalau orang-orang model gini sekitar tiga sampai lima menit untuk menyadarkan pria di ujung sana kalau dt sama sekali ga tertarik dan membiarkan mereka mundur sendiri. Yeah, dt ga terlalu pengen ngelukain hati lembut mereka terang-terangan. Dan untuk bertahan selama itu, jelas menandakan kalau dia seorang pejuang, atau sekadar orang bebal ga tahu diri.

Yang dia hubungi nomer lama dt yang jelas banyak nomer temen dt yang ilang. Nah, dt kira ini temen lama dt, jadi deh diangkat. Tapi begitu denger dia ngomong "halo" aja, dt sudah tahu bakal berujung ke mana pembicaraan ini. Skenarionya standar. Tiba-tiba nanya ini siapa. Enak aja minta nama tanpa nyebutin nama. Ya jelas dt tanya balik ini siapa, mau cari siapa. Dia bilang kalo nomer dt sering miskol-miskol sama sms nanya nama ke nomer adek sepupunya. Cih, another cowardism. Sebuah kambing hitam dan alasan, eh? Adek sepupu.

Pengen deh rasanya nyerang si Rizal ini dengan why attack (tapi kesian ntar kalo nangis ga ada yang beliin balon).

Pengen deh maki-maki terus ngebanting telponnya (tapi sayangnya ini henpun baru, sayang kalo dibanting-banting).

Pengen deh nyuruh buka, baca, dan praktekin artikel Hitman System (walau sepertinya orang di ujung sana itu gaptek).

Tapi ga tahu kenapa, sepertinya mental costumer service dt lagi tinggi, jadi dt biarin aja dia ngomong ke mana-mana sementara dt lebih asik mengarsip data-data Slytherin Common Room. Sekilas dt denger dia ngomong tentang apa suami dt ga marah kalau dia telpon. Ebuset, emangnya suara a la operator dt nimbulin kesan suara istri orang apa yak?

Dia bilang dia ga kuliah dan ga kerja. Ckckck. What a parasite! Gitu masih dengan enaknya ngabisin uang orang tua buat pulsa yang sekarang dipake dengan cara yang menjijikkan ini

Dan dia telah berhasil bikin dt bingung antara pengen nangis kesian atau ngakak konyol adalah waktu dia minta izin ke dt biar dia boleh nyimpen nomer dt di henpunnya. O! M! G! Rendah sekali dia meletakkan harga dirinya! Bahkan untuk NYIMPEN nomer dt di HENPUNNYA SENDIRI dia masih MINTA IZIN!

^^"

And this Rizal is just another hopeless, useless, parasite, lossy guy.

1 komentar:

  1. OH MY GOD..!!
    Parah.. & saking parahnya bikin perut mules plus keplak2 jidat... Bagi aku sih, Rizal tuh gak pantes jadi lelaki. :D

    BalasHapus