Jumat, November 06, 2009

Malang Panas

Wahai warga Malang, entah hanya perasaan dt atau bukan, tapi menurut dt, Malang panas. Paling tidak untuk beberapa hari terakhir ini (Soalnya emang baru balik hari Selasa dari rumah). Dan tolong jangan bawa-bawa becandaan "kebanyakan dosa tuh" yang sering dt pake. Soalnya dt juga mendapat pernyataan serupa dari temen-temen yang menurut dt dosanya lebih sedikit daripada dt.

Jadi, sejak Selasa dt tidur tanpa berbalut selimut. Padahal umumnya, dt selalu tidur bergelung bareng selimut kalo di Malang. Dan untuk pertama kalinya dt menjauhkan diri dari yang namanya selimut dan memilih untuk meraih kipas yang sudah mulai berdebu soalnya ga pernah dt pake.

Hari ini, setelah menemani Rakhmi dan Afni yang baru selesai sidang skripshit (Lulus!) kami berlanjut ke Cafetaria UB bareng Lucky dan Ekka. Nah, pas lagi asik menghabiskan jus alpukat hasil traktiran dua orang yang baru dinyatakan lulus itu, Ekka nyeletuk kalo di luar sana gelap. Padahal waktu itu masih jam duabelas lewat sedikit. Tumben. Biasanya jam segitu lagi panas-panasnya yang pasti bakal bikin kita dehidrasi tanpa membuat kita berkeringat, soalnya keringatnya keburu menguap saking panasnya.

"Wah, mau ujan keknya.."

Waduh, padahal dt lagi ngegembol Ichibun dan ga bawa payung. Mana dt juga punya jemuran pula. Dan reflek dt langsung berdoa, "Ya Allah, semoga hujan turun saat setiap orang siap." Well, definisi setiap orang di sini itu dt maksudnya.. *ngakak setan*

Sesampainya di kosan, dt lihat jemuran sudah dipinggirkan ke tempat aman. Wah, sudah ada yang siap-siap kalo ujan ternyata. Tapi setelah di tunggu, sepuluh menit, setengah jam, dua jam, dan akhirnya sampai terbitnya entri ini, Malang belum juga dijatuhi tetesan air yang sebenarnya bisa menyegarkan suasana.

Malang panas... *kipas-kipas*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar