Rabu, Desember 29, 2010

Jobless


Sudah hampir setahun dt nganggur. Bosen banget rasanya. Dan tolong jangan nyuruh dt cari kerja karena cari kerja adalah hal dt lakukan sepanjang waktu. Sayangnya mencari kerja bukan termasuk pekerjaan, kan. Cari kerjaan itu gampang-gampang susah. Dan itu ga bergantung dengan nilai IP atau seberapa pintar seseorang. Lebih ke faktor keberuntungan, IMO.

Jadi, saat dt ketemu temen dan mereka tanya "kerja di mana?" dan dt bilang kalo dt belum dapet kerja, mereka kek shock ga percaya gitu. Terus mulai deh kuliah mereka tentang 'jangan pilih-pilih pekerjaan'. dt sih senyum aja. Toh mereka emang ga tahu udah berapa surat aplikasi lamaran kerja yang dt kirim. Hm.. ada 100 juga lebih mungkin..

Gara-gara ini dt sempet minder. Berasa ga guna banget. Plus mama-papa mulai ikut ketar-ketir ngelihat anaknya ga dapet kerjaan semudah mama-papa dapet kerjaan dulu. Ga heran sih, mengingat mama-papa lulusan ekonomi akuntansi yang tingkat kebutuhannya tinggi dan dibutuhkan di tiap perusahaan. Lah, dt yang lulusan nutrisi ini peluang kerjanya jelas lebih kecil. Jadi sekarang mereka mulai nyuruh dt cari beasiswa untuk lanjutin pendidikan ke tingkat master. Terdengar saran yang bagus ya..

Tapi mama ngasih persyaratan khusus: ambil gelar masternya di luar negri.

Fine. Jadi dt mulai hunting master scholarship buat international student di eropa karena eropa emang yang lumayan tebar-tebar beasiswa. Dan dt nemu prasyarat serupa di seluruh beasiswa master: memiliki pengalaman kerja sesuai bidang minimal satu tahun. Langsung deh berasa ga guna lagi. Gitu sekarang mama malah minta dt keliling konjen di Surabaya buat nanya langsung ada engganya pemberian beasiswa master dari masing-masing konjen.

Bakal keliling Surabaya deh hari ini..

Senin, Desember 06, 2010

Insignificant Dilemma



Yang seorang blogger dan ga pernah ngalami dilema seperti komik di atas sila ngacung! Kalaupun memang ada, tolong bagi resepnya untuk menghasilkan entri tanpa meragukannya. Sering kali dt urung nginjek tombol publish karena setelah ngetik entri setumpuk, dt malah ragu dengan isi entrinya. Sebagai bukti, ada setumpuk list draft di list post dt. Belum lagi dengan file yang tertumpuk di memori laptop. Plus fiksi-fiksi yang ga pernah dt selesaikan.

Ragu.

Ragu dengan kemampuan diri sendiri.

Bukan karena ide yang dt punya itu jelek atau standar tapi karena salah satu kebiasaan jelek dt: ga fokus. Jadi biasanya setelah nulis panjang lebar, dt baca ulang, terus sebel karena sering kali dt ga benar-benar bisa menyampaikan apa yang sebenarnya dt ingin sampaikan. Entrinya jadi melebar ke mana-mana dan makin ga jelas juntrungannya.

Makanya sekarang dt sedang berjuang untuk meluruskan cara dt menulis.

Dilema ga penting lainnya adalah ide dt untuk pindah blog. Kalau kalian ngikuti blog dt dari awal, pasti sudah baca kalau dt bilang pindah blog tapi ujungnya balik lagi kemari hanya karena simplisitas blogger untuk dikostumisasi.

Sudah lah, untuk pindah ga pindahnya, lihat saja nanti. Toh masih ragu juga..

Jumat, Desember 03, 2010

Single and Happiness


Entry kali ini muncul gara-gara baca timeline twitter Lex dePraxis yang.. well, berhubung dt ga pinter jelasin, mending dt copy-paste:
  • jangan sok bicara cinta jika Anda masih belum bisa menghargai diri sendiri..
  • pedih banget tiap hari ktemu macem2 klien #curhat butuh cinta, pdhl masih ga becus urus diri sendiri..
  • gimana bisa sih ekspek ngurusin cinta dan orang lain, kalo daging dan kulit di badan aja masih ditelantarin..
  • so alasan utama knp banyak hubungan berakhir gagal adl krn emang mulainya terlalu prematur!
  • please take care of yourself, before inviting others to come and join in.. 
  • before investing into other people's life, start by investing A LOT to your own life..
  • pacar TIDAK bertugas membahagiakan Anda, tapi untuk menemani Anda menikmati kebahagiaan!
  • pacar Anda bukan sumber kebahagiaan Anda, apalagi sumber harga diri!
  • jika Anda BELUM bahagia sewaktu lajang, itu tidak akan berubah sedikit pun ketika punya pacar ataupun menikah!
  • don't waste your time with someone who's not already happy before meeting you..
  • you don't get a boy/girlfriend in order to be happy, but to DOUBLE your happiness..
  • salah satu alasan utama kenapa Anda tetap jomblo adalah karena Anda TIDAK BISA bahagia!
  • truly deeply happy person CAN NOT stay single for long, that's a fact!
  • cos truly madly happy person ALWAYS attract people.. automatically!
  • so if you've been single for God knows how long, WORK on your own HAPPINESS first!

Di twit-twit awal dt mah ngangguk-ngangguk setuju, tapi begitu muncul kata jomblo dan single dahi dt langsung mengerut dan muncul 'why attact' di kepala. Ego dt terusik sodara-sodara! Tapi tetep setengah setuju juga sih.. *ngakak geblek*

Yeah, dt single.

Dan ga pernah double, btw.

Dan tolong jangan tanya kenapa.

Tapi dt punya beberapa koleksi jawaban-jawaban favorit untuk menjawab pertanyaan itu. Mulai dari 'ga nyari', 'ga butuh', 'ga tertarik', 'i have so much love to share, i think it's not fair if you ask me to share it only to one person', sekadar mengangkat bahu, atau malah balik tanya 'emang apa fungsinya pacaran?'

And it's true.. dt ga pernah nyari pacar, ga ngerasa butuh pacaran, ga tertarik untuk pacaran, dan ga tahu apa fungsinya pacaran. Buat dt, konsep pacaran itu absurd.

Plus selama ini yang dt lihat dan denger curhatan teman-teman yang pedekate, jadian, pacaran, berantem, putus, bilang kapok tapi cari pacar lagi, itu mirip kek lingkaran setan. Mbulet. Mereka bilangnya, sih seneng punya pacar. Tapi sepengelihatan dt mereka senengnya cuma di tahap pedekate, jadian, masa-awal-pacaran (yang paling banter 3 bulan), di tengah dan buntutnya kebanyakan isinya cemburu, curiga, sakit, dan nangis. Kalo cuma menghabiskan begitu banyak waktu dan energi untuk mencoba bahagia dengan melihat topeng lalu terluka saat melihat wajah dibalik topeng, engga deh, makasih. Mending single.

Tapi dt bukan makhluk-makhluk yang di luar teriak-teriak sok nyanyi-nyanyi 'i'm single and very happy' yang seneng banget denger temennya baru putus terus bilang 'welcom to the club' tapi di dalam gerung-gerung ngiri sama yang udah punya pasangan tiap kali malam minggu datang. I rather say, i'm single and know how to enjoy it.

dt juga bukan makhluk-makhluk yang mengecap dirinya feminis yang bilang bisa melakukan apapun sendiri dan ga membutuhkan lelaki. Yes, i can handle almost anything by myself but deep down i know one day i need my own man.

dt punya gambaran tentang menikah dan membangun keluarga dt sendiri di dalam kepala. Tapi untuk pacaran, sepertinya dt perlu berpikir beberapa kali. Ya, kek yang dt bilang tadi: buat dt, konsep pacaran itu absurd.

Rabu, Desember 01, 2010

Fiksi: Garis Lurus


Cahaya ruangan berukuran dua kali tiga meter persegi itu kuning temaram, berasal dari lampu minyak. Jelaga hitam tertera jelas di dinding bambu dekat mulut lampu minyak. Pencahayaan yang remang itu jelas bukan pencahayaan maksimal kalau kau ingin memperhatikan lekuk detil wajahmu. Tapi cahaya redup itu membuat sosok yang sedang memoles diri itu tampak lebih bersahaja.

Aku duduk memerhatikan di atas kasur kapuk di dipan kayu usang yang sudah tidak jelas lagi seperti apa warnanya. Memerhatikan sosoknya yang mulai mematut diri di depan satu-satunya lemari dengan cermin tinggi di rumah ini. Sebuah pemandangan lembut yang indah. Aku menguap. Atau karena mataku yang mulai berat sampai-sampai pemandangan di hadapanku jadi kelihatan lebih indah?

Tapi memang indah.

Aku selalu suka melihatnya berdandan. Selalu. Rasanya seperti sihir. Bagaimana dengan polesan sedikit warna di sana-sini bisa mengubah setiap orang menjadi cantik. Seperti yang sedang ia lakukan sekarang. Mengoleskan paduan warna nila dan putih di kelopak mata. Menegaskan bentuk mata dengan celak hitam. Lalu menambahkan maskara berwarna biru yang sepadan dengan eyeshdow-nya. Hanya alisnya yang tak disentuh. Sudah cukup tebal tanpa harus digarisi dengan pensil.

Kini ia meraih perona pipi dan mulai menepukkan kuasnya di tulang pipi. Aku mendekat dan meraih pemerah bibir dan memolesnya di bibirku sendiri. Ikut-ikutan berdandan seperti ini juga kebiasaanku sejak kecil. Responnya pun selalu sama.

"Kamu sudah cantik, Nduk. Ndak usah ikut-ikutan dandan pake bedak murahan gini."

Tangan besarnya mengusap lembut puncak kepalaku. Aku hanya tersenyum. Kini ia yang memolesi bibirnya dengan warna merah darah yang pekat. Tebal. Selalu tebal.

"Apa ndak apa-apa mulai kerja malem kayak gini lagi? Kerja sambilanku cukup buat bayar uang sekolah, kok."

"Tapi sebentar lagi kamu mau ujian akhir kan, Nduk. Lebih baik kamu konsentrasi belajar saja. Urusan uang ndak usah ikut mikir. Atau kamu malu?"

Aku menggeleng. Aku tidak malu. Kenapa harus malu dengan orang tua tunggal yang berjuang melakukan apa pun untuk membiayai pendidikan dan kehidupan anaknya. Walau jelas uang yang didapat dari hasil kerja yang banyak orang mengecapnya sebagai pekerjaan tidak benar. Penari kabaret. Rumah petak ukuran lima kali enam meter persegi ini pun hasil menari. Aku mampu disekolahkan sampai kelas tiga SMA pun hasil menari.

Aku menguap lagi karena mengantuk.

"Tidurlah, Nduk. Besok kau harus sekolah dan masuk pagi, kan?"

Ia mengecup puncak kepalaku. Sekilas campuran aroma apak bedak murahan dan asap rokok kretek itu mampir di hidungku. Sudah biasa.

"Tidak usah menunggu, aku pulang dini hari seperti biasa."

"Nggih, Bapak."

Baru kurebahkan tubuh di kasur kapuk lapuk setelah ia mengunci pintu depan. Aku pergi tidur.

Selasa, November 09, 2010

TV Champion

Entah sejak kapan dt jadi suka nonton Zona Juara atau TV Champion di TPI (eh, sekarang sudah jadi MNCTV, ya..)

dt rasa semua tahu itu acara tipi yang diputer setiap jam lima sore. Acara tipi Jepang yang sudah dialih suara. Inti acaranya sih semacam pertandingan para ahli gitu. Setiap episode beda-beda. Ada yang origami (melipat kertas), bikin pastry, bikin permen, ngebungkus kado, ahli bangunan, ahli mancing, ahli pake sumpit, bahkan lomba makan mie juga ada. Macem-macem lah. Dan acara ini rasanya justru ngebuka pemikiran dt.

Menurut dt, acara ini salah satu bentuk apresiasi akan berbagai macam profesi dan keahlian lain.

Ambil contoh, pernah ada lomba untuk yang ahli memancing, dan yang dt maksud juga bukan yang macam mancing di empang pake joran gitu. Tapi mancing ikan-ikan yang ukurannya bahkan sampai dua kali tubuh si nelayan di samudra lepas. Dan saat menang di acara itu rasanya sebuah kebanggan besar! Eh, salah. Bisa jadi peserta pun mereka merasa sangat bangga! Dan IMO, orang-orang dengan profesi dan keahlian yang diangkat dalam perlombaan itu juga merasa bangga. Bangga bahwa profesi dan keahlian mereka diapresiasi dengan pengeksposan di telivisi nasional dalam ajang yang cukup bergengsi.
Mungkin itu kali ya yang membuat Jepang jadi negara maju. Karena kemampuan masyarakatnya untuk menghargai setiap profesi, bakat, dan keahlian yang dimiliki.

Coba lirik ke masyarakat sendiri, berapa orang yang bisa dengan bangga menjawab petani atau nelayan atau pembuat roti atau koki saat ditanya apa profesi mereka? Jarang sekali, kan. Seakan kalau profesi-profesi itu ga bisa membanggakan sama sekali.

Padahal saat seseorang mampu menambahkan passion (apa sih padanan Bahasa Indonesianya?) mereka dalam apapun yang mereka kerjakan, hasilnya akan sangat memuaskan.

Don't you think?

Jumat, Oktober 22, 2010

Pasrah

Beberapa hari lalu dt blogwalking setelah sekian lama. Rata-rata sih baca-baca blog temen-temen sendiri. Ga banyak yang berubah ternyata, karena kebanyakan sudah berhijrah ke tumblr. Tapi masih ada juga yang masih setia dengan blogspot atau wordpress-nya.

Nah, setelah blogwalking ngalur-ngidul dan ga jelas blog siapa aja yang disamperin, dt nemuin satu skin yang menarik perhatian dt dan menemukan sumbernya di sini.

Ngelihat begitu manisnya si blogskin, dt langsung comot aja dan berencana untuk memakaikannya mulai hari ini. Tapi mengingat dt mengunduhnya dari blogskin.com, alamat kalo itu adalah classic template. Dipikiran dt sih, ah, gapapa, bakal separah apa sih nguprekin classic template. Toh waktu awal masuk blogger dt juga pake classic template. Jadi ya, pede aja untuk mulai ngebongkarin dan mengostumisasi itu blogskin.

Diawali dengan mengganti background dan gambar-gambar kecil di sidebar. Kecil! Cuma googling imej-imej lucu, edit-edit dikit, beres. Tahap selanjutnya, hapus-tambah link ini-itu di side bar. Ini juga ga kalah gampang. Berlanjut dengan nambahin cBox. Sebenernya sih ga pengen nambahin chatbox atau shoutbox atau apalah-namanya-itu. Ga terlalu penting, IMO. Tapi berhubung sudah disediain tempatnya, ya rugilah kalo ga dipake. Register, edit, and publish. Time to preview!

Nah, pas ngeliatnya nih seneng banget. Seneng lihat blognya jadi keliatan sophisticatedly simple gitu. Pencet sana sini buat ngecekin sambil nyengir-nyengir sendiri. Terus dt menyadari beberapa poin yang kurang. Satu: navbar ga ada; dua: widget Following menghilang; tiga: comment raib.

Ternyata perjuangan belum terakhir. *rolleyes*

Memunculkan kembali navbar jelas hitungan gampang. Tinggal hapus coding #navbar-iframe, beres deh. Nah, untuk nambahin widget Following ini dt yang sempat bingung cari-cari artikelnya yang berujung ke help-nya blogger (harusnya ke sini dulu!) dan baru tahu kalo widget Following ga bisa dimunculkan di classic template. Well, yasu lah, direlakan saja untuk yang satu itu.

Urusan comment ini yang ribet. Secara dulu waktu jaman awal dulu, dt melakukan editing html itu cuma di link, image, size, color, atau tambah-kurang third party widget. Kalo yang rumit kek nambahin comment itu yang buta sama sekali. Jadi untuk langkah awal dan dengan semangat yang masih tinggi, dt berencana untuk me-copy-paste comment code template lain. Hasilnya? Tetep aja ga muncul. Padahal dt sudah mencurahkan paling ngga satu setengah jam sendiri untuk nguprekin itu html code.

Langkah kedua, dt berpikir untuk pakai pihak ketiga macam DisqUs untuk moderasi komentar, yang ternyata ga bisa juga (entah emang ga bisa atau dt yang bego). Di detik-detik penghabisan saat tenaga dan semagat mulai luntur gini dt akhirnya kekeuh untuk mencoba lagi langkah pertama, yang hasilnya ga kalah mengenaskannya. Link comment sudah muncul, tapi tetep aja ga ada comment form di bawah post.

[beri jeda agar dt dapat menghela nafas panjang dan makan siang]

Setelah perut terisi dan akal sehat kembali utuh, dt memutuskan untuk pasrah dan mengambil jalan yang lebih menenangkan hati dengan me-up-grade kembali blogger dt dan melupakan mimpi untuk pake blogskin yang menurut dt sophisticatedly simple tadi. *ketawa hampa* Yah, intinya dt menghabiskan sekitar empat jam untuk usaha mengubah tampilan blog baru dt dan berakhir tidak ada yang berubah.

*jedukin kepala ke bantal* #stres #labil

Kamis, September 23, 2010

Balik Kucing

Apa itu balik kucing? Balik kucing  itu istilah orang jawa saat seseorang memutuskan untuk meninggalkan sesuatu tapi kemudian kembali lagi.

So.. yeah, dt akhirnya memutuskan kembali ke blogger *ngakak nista*. Padahal di blog lama dt sudah dengan banternya say goodbye dan bilang pindah ke tumblr yang juga jarang banget dt isi.

Sebenernya dt mulai jarang blogging itu karena keringnya ide nulis. Penyebabnya? Mari kita kembali menyalahkan skripshit dan revishit. Karena kurang bahan yang dibaca. Karena yang dibaca hanya materi tugas akhir. Karena setiap kata diperah hingga tetes terakhir untuk mengisi tiap lembar tugas akhir sampai ga ada yang tersisa untuk blog.

Kalau emang ga ada ide nulis, terus ngapain pindah ke tumblr? Nah, yang ini dt punya dua alasan yang ga penting banget. Satu, karena ternyata alamat site untuk akuisisi nama dt masih tersedia (di blogger sudah taken). Dua, karena dt jatuh cinta dengan satu theme di tumblr. Just it.

Setelah beberapa bulan entri sekenanya di tumblr, dt mulai merasa terganggu kalau pengen nulis entri panjang lebar ga karuan macam ini. Belum lagi kalo load via mobile juga amit-amit lamanya. Belum lagi ga bisa kostumisasi sesuka hati. Dan dt rasa itu sudah cukup untuk membuat dt balik kucing ke blogger. Tapi tenang, yang di tumblr masih tetep dt openi kok, dengan entri yang lebih ga jelas lagi pastinya.

Kenapa ga tetep di blog yang dulu? Yaelah, sudah balik kucing ke blogger, masa mau balik kucing pula ke site lawas? Well, sebenarnya alasannya (yang lagi-lagi ga penting) adalah karena dt ga rela melepaskan site address delirioustalk *plak!* :p

Anyway, dt berniat untuk kembali aktif blogging, jadi minta doanya supaya dt bisa menelorkan entri yang ga hanya sekadar curhat yang ngelantur atau meracau ke sana sini; semoga entri dt selanjutnya bisa lebih punya bobot dan bisa dinikmati.

Amin..

Senin, Agustus 30, 2010

Bye

It was a really long time since I update my blog, but i won't continue updating this blog anymore. 

I move to a new blog, by the way..

Sorry for the incovenience.

And thank you if you continue reading my delirious entry on my new blog.



Warm regards,

dt
-the delirious talker-

Sabtu, April 10, 2010

After all this time

yeah, i know.. dt udah lama ga nulis di sini.

bukan karena dt pindah blog atau karena ga ada hal yang dt bisa tulis.

dt emang punya blog di tempat lain tapi itu juga belum dt aktifin. dan walaupun dt sering komplain dan ngoceh betapa membosankan hidup dt saat ini, bukan berarti hidup dt bener-bener membosankan yang bikin dt menghela nafas panjang, menguap, dan berakhir kering kek taneman di depan rumah (padahal taneman di depan rumah ga ada yang kering). sebenernya ada banyak hal yang bisa dt bagi di sini. banyak yang ada di dalam kepala dt yang perlu disalurkan. tapi ya gitu itu. begitu berhadapan dengan ichibun dan layar entri blogger, rasanya semuanya langsung pergi sembunyi dan lenyap begitu aja.

mungkin dt bisa nulis lebih baik kalo bareng sama kertas dan pensil. atau mungkin bakal lebih baik kalo dt pake recorder untuk ngerekam ocehan dt baru kemudian dt tulis di sini. not a bad idea, right?

Selasa, Maret 09, 2010

Tackling a Book

Sudah lama rasanya dt ga baca buku. Entah itu novel atau buku pengembangan diri yang emang doyan dt baca. Well, dengan catatan kalau buku diktat kuliah dan jurnal kesehatan ga termasuk. Soalnya selama ngegarap skripshit (skrip lagi~ skrip lagi~) dt emang jadi ngurangi porsi baca buku. Jangankan baca buku, nonton ke 21 aja jadi jarangnya amit-amit. Jadi, kapan terakhir dt baca buku?

Mungkin sekitar bulan Oktober. Berarti sekitar empat bulan lebih. Lama banget eui. Ga heran kalo loading otak dt makin lambat gara-gara ga pernah dipake mikir. Well, bukan berarti selama ngegarap skripshit dt ga mikir. Jelas banget mikirnya! Tapi beda gitu yang dipikirin. Makanya setelah ngumpulin revisi dan merasa dt punya waktu luang karena tinggal menanti koreksi revisi dari dosen penguji yang masih sibuk dengan lokakaryanya, dt ngeloyor ke Gramed di Matos.

Sebenernya dt pengen ngambil buku Roro Mendut yang tebelnya bisa dijadiin bantal itu, tapi mengingat kapasitas loading dt yang menurun banyak karena empat bulan ga dilatih, dt masih sadar diri dan mencoba mencari bacaan yang lebih ringan dan beralih ke rak novel Indonesia. Siapa tahu ada yang menarik. Lirik-lirik judul, baca-baca ringkasan di cover belakang, dan ga ada yang menarik. Entah kenapa sedikit novel ringan Indonesia yang bisa menarik perhatian dt. Tapi mengingat novel Indonesia memang kebanyakan teenlit dengan tebal yang mungkin sekitar 200an halaman, ga heran kalo dt ga begitu tertarik.

Oke, mari beranjak naik sedikit. Chicklit. Itu artinya novel terjemahan ringan. Ada beberapa yang menarik perhatian sih tapi rasanya ga bijak kalo langsung nyamber empat novel yang harganya di atas 60.000 untuk bacaan selingan walaupun dengan Mr. Visa ada dalam genggaman. Dan dengan berat hati dt cuma ambil satu chicklit yang sepertinya boleh juga. The Little Lady Agency (dan akhirnya nyamber Dracula-nya Bram Stroker juga, haha).

Nyampe kosan dt langsung baca itu chicklit (tenang, ga bakal ada spoiler kok, kalo penasaran beli aja sana). Dan tiga bab pertama dt beneran ga nyambung dengan apa yang ditulis Hester Browne. Tapi yang jelas kesalahan bukan pada penulis. Hal ini terjadi karena semata-mata loading otak pembacanya yang leletnya amit-amit. Dan baru dipertengahan bab 4 dt baru ngeh kalo setting ceritanya di Inggris, bukan Amerika (dalam mindset dt, chicklit itu khas Amerika) dan baru ngeh kalo temen seapartemen tokoh utama itu cowok.

Yeah, dt benar-benar sadar seberapa parah kebekuan otak dt. Makanya dt nyoba mecah kebekuan itu dengan buku ringan dulu. Bertahaplah. Bisa leleh otak dt terus ngalir lewat kuping nanti kalo langsung dihantam sama novel Gajah Mada. Anyways, dt menghabiskan sekitar sepuluh jam untuk melahap habis buku 500an halaman itu. Pretty refreshing dan bisa dibilang the Little Lady agency termasuk buku yang bersih (mengingat rata-rata chicklit minimal punya satu adegan gulung-gulung di ranjang, sedangkan yang ini ga ada).

Nah, sekarang giliran Bram Stroker's Dracula menanti untuk dilahap. Well, setelah dt nyelesain nulis jurnal skripshit tentunya. *wink*

Sabtu, Februari 27, 2010

Fakta Jemari

Pernah perhatiin jari-jari kalian ga? Kalo dt mah doyan banget merhatiin jari dan kuku sendiri, tapi beberapa saat lalu dt jadi juga merhatiin jemari orang lain.

Berawal dari waktu dt cari makan bareng Che dan Noni. Ceritanya si Che lagi pengen makan di Mami dan Noni pengen tempe penyet, dan berhubung dt ga ada rikues makanan khusus, jadilah dt bareng mereka. Nah, saat nunggu pesenan kita dimasakin Mami, dt iseng aja merhatiin tangannya Che. Dan merasa ada yang berbeda. Terus dt perhatiin sama tangan dt sendiri. Terus liat tangan Che lagi. Terus akhirnya ketemu bedanya di mana. Jari telunjuk Che lebih panjang daripada jari manisnya. Sedangkan punya dt, lebih panjang jari manis daripada telunjuk. Lah kok beda? Waktu ngelihat jarinya Noni juga lebih panjang telunjuknya. Wah, jangan-jangan dt anomali! (well, sebenernya udah biasa jadi anomali sih :p)

Jadilah dt melemparkan daily question ke temen-temen formspring dan sms beberapa teman buat nanyain jemari mereka. Iseng banget ya. Tapi namanya juga orang penasaran. Daripada dipendem terus sampe kebawa mimpi dan malah dapet mimpi buruk dikejar-kejar jari-jari raksasa yang mau mithes (dt ga tau apa bahasa Indonesianya) kita, kan mending survei langsung biar puas. Hoho.

Setelah dapat jawaban, dt dapet beberapa kesimpulan bahwa semua jari manis cowok yang dt tanyain lebih panjang daripada telunjuknya, sedangkan cewek lebih variatif antara telunjuk yang lebih panjang, jari manis lebih panjang, atau bahkan sama rata. Berhubung masih penasaran tentang perihal jari-jemari ini, dt minta wangsit sama mbah Gugel dan menemukan jawaban saintifik-nya.

Katanya, orang-orang dengan jari manis yang lebih panjang, terpapar lebih banyak hormon testosteron pada saat masih dalam kandungan dulu. Well, ga heran kalo semua temen cowok dt jari manisnya lebih panjang. Secara testosteron memang hormon khusus cowok (untuk cewek, ada hormon yang berfungsi sama tapi namanya hormon androgen).

Katanya lagi nih, cowok dengan jari manis yang lebih panjang ini lebih agresif daripada yang telunjuknya lebih panjang. Sedangkan untuk yang cewek, kalau jari manisnya lebih panjang risiko kena osteoarthritis bakal lebih tinggi dibandingin sama yang telunjuknya lebih panjang. Walah, berarti dt termasuk calon pasien rematik nih. Wah, kudu mulai merhatiin tulang dan sendi nih..

Nah, satu fakta lagi tentang jari-jemari ini. Dalam sebuah studi diketahui bahwa kaum homoseksual cenderung memiliki jari telunjuk dan jari manis yang sama panjang.

Bagaimana dengan jari Anda? wkwkwk

Kamis, Februari 25, 2010

Grater Nose

Kalau perhatiin status facebook dt, pasti inget kalo beberapa hari yang lalu dt bilang kalo dt berasa kek korban pasca cacar. Nah, sekarang ada yang baru nih, dt berasa kalo hidung dt kek parutan kelapa!

Jadi semua berawal saat dt akhirnya facial setelah berbulan-bulan ga melakukan ritual satu itu. Eh, salah, salah, awalnya pasti bukan saat facial. Facial adalah saat dt menyadari bahwa semua telah terlambat (halah, apaan sih). Dan setelah dipikir, diukur, dan ditimbang ulang, dt merasa kalo semua ini berawal dari skripshit! Yeah, skripshit lagi, skripshit lagi. Keknya dt lagi doyan banget menyalahkan skripshit ya.. Well, mendinglah menyalahkan benda mati dari pada menyalahkan benda hidup terus berujung dengan ketidaknyamanan massa *ingetbeberapasaatlalu*

Anyway, kembali ke hidung dt yang kek parutan kelapa. Sebenernya, kulit dt itu termasuk kulit normal yang cenderung berminyak, makanya risiko jerawat sama komodo, eh, komedo juga cenderung lebih tinggi daripada yang kulitnya normal atau kering.

Nah, berhubung sejak ngegarap skripshit dt jadi ga rajin lagi ngebersihin muka dan dipadukan dengan terpaan cuaca Ngalam yang kering, kondisi kulit dt juga ikutan berubah kering. Dan dengan suksesnya mengeringkan peternakan komodo di hidung dt. Maka jadilah itu komodo mengeras dan berhasil membuat hidung dt seperti parutan kelapa. Hahaha..

Keknya harus mulai rajin-rajin pasang krim malem lagi ini.. :-?

Rabu, Februari 10, 2010

I have My Own Favicon

dt bisa ganti favicon lo!

Haha.. sebuah penemuan ga penting sebenernya. Jadi awalnya dt berencana nyari template-template beta blogger gratisan buat blog dt yang lain. Blog yang itu lebih jadi semacam project dt sih, buat nulis artikel-artikel yang berhubungan tentang gizi dan food labelling gitu yang sayangnya belum aktif juga sampai detik ini *ngakaktolol*. Anyway, dt nyelonong ke betatemplates yang mana merupakan salah satu jujugan favorit dt kalo nyari-nyari template, tapi berhubung ga nemu yang cocok dan sepertinya ga ada template baru, dt mulai melirik ke sidebar sebelah kanan itu.

Di sana dt menemukan judul-judul tutorial yang salah satunya cukup menarik perhatian dt. Cara ngubah favicon. Well, judulnya bukan itu sih, secara itu site pake bahasa Inggris, tapi intinya itu lah, tutorial buat ngubah favicon.

He? Ga tahu favicon apaan? Favicon itu gambar kotak kecil di sebelah judul kalau di dalam tab, atau gambar kecil di sebelah tempat url itu. Contohnya kalo blogger itu favicon-nya huruf B kapital warna putih dalam kotak oranye itu. Nah, tahu kan? Dan sekarang perhatikan apa favicon dt. Terlihat bedanya? Sip.

Jadi, yang pengen pasang favicon juga, silakan berkunjung ke sini.

Sabtu, Februari 06, 2010

Dark Side of Skripshit

Thanks to skripshit, pola hidup dt jadi berantakan.

Entah sejak kapan dt jadi kalong-man kek gini. Biasanya jam 9-10 dt sudah merasa ngantuk dan beranjak tidur dan mampu bangun jam empat esok paginya. Nah sekarang, baru bisa memejamkan mata dengan tenang saat jarum jam menunjukkan pukul tiga lebih dan baru bisa membuka mata dengan berat sekitar jam tujuh pagi.

Jujur ya, dt kangen dengan pola tidur dt yang lama. Tidur dengan nyaman, cukup, dan berasa segar saat pagi datang. Bukannya malah punya punggung remek, kemeng, dan sakit setiap kali bangun tidur. Ditambah lagi efek begadang itu jelek banget buat kesehatan dan kulit. *sigh*

Kalo dt perhatiin, kulit dt jadi tambah pucat, kering, dan kusam sejak ngegarap skripshit secara intens. Secara selama ngegarap skripshit dt jadi jarang keluar dari kamar dan kurang bergerak karena menghabiskan banyak waktu hanya nangkring di depan Ichibun. Jadi deh dt kurang terpapar sinar matahari, kurang beraktifitas, plus kurang oksigen.

Duduk seharian di depan Ichibun juga ga bagus buat badan. Punggung, pundak, dan leher dt jadi sakit karena terus-terusan duduk ngebungkuk walaupun dt sudah meletakkan Ichibun di meja dan dt duduk di lantai. Dan karena terlalu lama membungkuk, organ di dalam perut juga jadi tertekan dan jadi sering terasa sakit pada saat-saat tertentu. Utamanya di sekitar hepar. Jadi pengen periksa ke dokter deh.

Permasalahan belum selesai juga sayangnya. Karena kurang bergerak, dt mulai kehilangan massa otot dt. Beneran ya, dulunya dt punya otot trisep dan betis yang kenceng. Tapi sekarang dt bahkan sudah mulai bisa gundukan otot lemah itu. Padahal dulu rasanya rajin banget latihan ringan tiap bangun tidur buat ngejaga massa otot. Tapi sekarang bangun tidur, buka mata, langsung buka n mantengin Ichibun lagi.

Urusan makan juga jadi kacau. Buat ngejar deadline, terkadang dt merasa kalau makan pun termasuk kegiatan yang bisa diabaikan untuk memperbanyak waktu untuk ngegarap skripshit. Belum lagi berada di hadapan Ichibun memang membuai. Jadi deh acara makan dt makin jarang dan makin tidak teratur. Dan untuk menipu diri sendiri, dt memilih untuk beli camilan tinggi gula, natrium, dan soda macam biskuit, roti kemasan, dan minuman bercafein untuk mengganjal perut tapi makin jarang minum air putih karena males kalo kudu bolak-balik ke kamar mandi.

*sigh*

Sepertinya skripshit benar-benar mampu memaksa seorang calon tenaga kesehatan untuk hidup dengan pola yang tidak sehat.

Sabtu, Januari 23, 2010

Corby oh, Corby

Masih inget sama iklan Corby yang menurut dt catchy banget itu? Iya, yang bintang iklannya Nicholas Saputra bareng Dian Sastro itu. Yang soundtracknya dinyanyiin Paloma itu. Iya, Corby yang itu. Emang ada iklan Corby yang lain ya?

Nah, dt langsung naksir tuh sama si Corby (sama Nicholas Saputra juga XD *plak*) yang warna putih atau oren keknya bagus gitu. Sebenernya dt bukan orang yang penyuka Samsung. dt lebih ke pecinta Nokia. Tapi mungkin karena pesona Nicholas Saputra terlalu kuat untuk ditepis jadilah dt tergoda untuk memilih sebuah Corby. *halah*

Waktu itu opsinya ada dua. Corby yang touchscreen atau Corby txt dengan qwerty pad-nya. Kalo disuruh milih, dt milih yang txt aja deh. Soalnya sampe sekarang dt merasa kalo texting pake touchscreen itu lamanya mait-amit karena merasa tangan dt lebih cepet daripada kecepatan loading sebuah handphone. Bahkan kecepatan loading Aiko kadang juga kalah cepet. Makanya dt lebih pengen Corby txt.

Jadilah dt minta sama mama. Pengen dibeliin gitu. Tapi pas dummy-nya mama bilang itu Corby kek mainan secara ukurannya yang cuma segenggaman tangan plus bodynya dari plastik gitu. Dan mama memang lebih suka sama henpon yang bodynya dari metal. Kesannya kuat, gagah, dan tahan banting. Apalagi mama tahu kebiasaan dt yang doyan ngebantingin henpon *elus-elus aiko* makanya diurungkanlah beli Corby txt.

Terus kemaren dt browsing-browsing lagi karena masih pengen beli hape baru. Eh ternyata varian lain dari Corby sudah keluar. Ada Corby pro yang punya layar touchscreen lengkap dengan qwerty pad di dalam slide-nya. Plus, Corby pro ini sudah lengkap dengan wifi di dalamnya. Mana isunya hanya kisaran dua jutaan. Jadi pengen Corby pro deh, sekarang.. XD

Jumat, Januari 22, 2010

New Skin! (lagi)

Oke, dt ngaku! dt adalah orang yang gampang bosen.

Dan itu adalah sebuah fakta yang hampir semua orang tahu sebenarnya, hohoho.

Tampang blog dt tersayang ini jadi keliatan manis yak. Awalnya dulu dt pake sebuah skin (Fairy Tales namanya) yang rasanya dt banget. Sumpah! Dengan background hitam, warna font putih-hijau gelap, dan header twisted forest fairy-nya. Kenapa hitam? Karena sampe sekarang dt merasa hitam adalah warna yang elegan, misterius, dan sensitif. Kenapa hijau? Karena dt adalah seorang Slytherin :p. Oke alasan klise. Entah kenapa, dt memang punya ketertarikan sendiri sama warna ini. Rasanya seger aja gitu. Tapi buan berarti dt ga suka warna yang lain lo. Ini buktinya sekarang blognya berubah jadi sweety-creamy-yummy gini warnanya. *lol* Dan tentang header dari skin pertama dt, rasanya waktu pertama kali liat header itu, mata dt langsung tertancap di sana dan tak ingin pindah ke skin lain.

Nah, kalo dt ngerasa skinnya sudah dt banget, kenapa dt ganti skin lagi? Karena itu template klasik. Kalau mau ngedit ini itu rasanya setengah mati, mengingat dt itu imbisil kalo tentang coding html gitu. Bondonya cuma nekat, trial and error, dan waktu yang sangat amat lama untuk mengobrak-abrik skin Fairy Tales itu sampe akhirnya pantas untuk ditampilkan.

Tapi kalo emang pembuatannya juga setengah hidup gitu, kok gampang amat ngegantinya? Ah, kata sapa juga gampang ngegantinya. Lagian itu skin udah dt pake lumayan lama lo, dari awal pertama dt ngeblog sampe Oktober 2009. Hampir satu setengah tahun dan dt capek kalo kudu ngedit kodenya kalau pengen ini itu. Mana kemudahan template beta juga sangat menggoda makanya dengan berat hati dt meng-up gradenya dengan template beta.

Kebetulan waktu nyari template beta pertama dt, mood lagi datar-datar aja, jadi yang dipake akhirnya pun pake template yang datar-datar aja. Beberapa orang bilang bagus sih template-nya. Simple and clean. Tapi taste dt-nya kurang berasa. Nah loh, apalagi itu taste dt. dt juga ga bisa ngejelasain, sih, hehe. Tapi rasanya template beta yang cuma mampu bertahan selama tiga bulan ini kurang mampu menggambarkan dt. Makanya dt ganti lagi jadi yang sekarang ini.

Sebenernya yang ini juga masih setengah hati karena dt merasa kalau template yang sekarang ini terlalu manis, terlalu girlie, dan terlalu pinky buat seorang dt. Tapi Ayu bilang skin ini creamy, bukan pinky. Terus Mida juga bilang kalo skin ini lucu walau kurang menggambarkan sisi mature dt (jujur ya, sampe sekarang dt masih merasa terlalu childish untuk punya sisi mature). Tapi berhubung dt jatuh cinta sama monster yang ada di pojok kanan sana, maka dt bulatkan hati untuk mengubah blog dt jadi sweety-creamy-yummy kek gini.. XD

Kamis, Januari 21, 2010

Put the Blame on Ayu

Oke, salahkan Ayu karena sudah mengenalkan arrogant dance ke dt!

*rofl*

Jadi pas Ayu maen ke Ngalam, dia nunjukin music video-nya Brown Eyed Girls yang Abracadabra yang ada arrogant dance-nya ituh. Katanya sih, si Rere (Rere cewek, bukan Rere raja kumis Tulungangung!) doyan banget sama arrogant dance ituh. Waktu pertama ngeliat video-nya mah merasa rada-rada geje soalnya versi originalnya yang katanya bahkan di Korea sana rada kontroversial. Soalnya di video originalnya salah satu personel BEG ceritanya ber-intercourse sama model cowoknya gitu. Yang ngeliat kan jadi rada geli-geli gimana gitu (padahal excited juga *ditabok*). Jadi pas bareng Ayu ga nonton videonya sampe lengkap. Cuma nyampe bagian arrogant dance-nya ituh.

Tapi berhubung dt penasaran sama lagunya, soalnya kedengerannya asik, maka dt akhirnya ngubekin Youtube dan menemukan video yang sama dengan yang dikasih lihat sama Ayu. Tapi pas liat related videonya, ternyata ada yang berjudul "BEG - Abracadabra Dance Version". Langsung buka deh. Ternyata emang Dance Version isinya. Ga ada deh adegan personel-ga-penting-bareng-model-cowok itu. Lengkap ngedance doang dari awal sampe akhir. Uhui!

Entah karena musiknya yang enak buat ngedance atau dancenya asik buat ditiru, atau kebetulan aja dt lagi setengah hati nggarap skripshit, dt jadi lebih memilih untuk belajar niruin dance-nya BEG itu full version! Termasuk goyangan songong-nya BEG yang terkenal ituh *ngakak*. Lengkap dari awal sampe abis! Sumpah!

Eh, ga lengkap ding. Ada gerakan yang bagian mereka nyanyi ralalala-ralalalala itu kan dance-nya pake ndlosor-ndlosor segala, nah yang itu ga dt tiruin. Ntar ga jadi songong dance lagi namanya, bisa-bisa jadi mupeng dance itu ntar *disambit sepatu*. Anyway, pencapaian dt dalam tiga hari ini sudah bisa menguasai gerakan pinggul ke atas lengkap dengan gerakan tangan dan kepala dari awal sampe akhir lagu, hitungan langkah juga udah lumayan, tinggal ngegabungin doang dan nentuin arah stepnya doang. Maka sempurna sudah songong dance a la dt. Uhui!

Oia, yang pengen liat music video BEG - Abracadabra Dance Version, bisa liat di sini. Dan tolong jangan minta liat dt bersongong dance yak *kepedean*

Minggu, Januari 17, 2010

Night with Ayu (2)

Well, ga cuma night sih, soalnya sampe besok paginya dt juga abisin bareng ayu yang emang lagi memasuki masa idle sampai waktu keberangkatan penerbangannya nanti. Jadi, kami berdua berencana untuk menghabiskan waktu yang lumayan banyak itu dengan menikmati hidup hedon walau sejenak. Dan tenang aja, bukan hidup hedon a la Rere yang kudu bersentuhan dengan mall, topman, manzone, dan keluarganya (hyah, Rere kena lagi *ngakak*). Hedon kita lebih ke menikmati hidup dan memanjakan lidah, mata, dan telinga kok.

Sore, sesaat sebelum maghrib, dt udah nyampe di hotel Ayu dan langsung jadi slonong girl ke kamar Ayu karena lagi males berbasa-basi sama mas-mas resepsionis. Sore itu dt pake jeans, cami putih, dan kemeja ijo army. And clearly freed from dress, ribbon, and doll! *jitak Sha* Tampil feminin itu emang manis dan menyenangkan, apalagi dt emang doyan eksperimen sama alat make up. Tapi jelas pake baju casual lebih nyaman dan ga ribet.

Sekitar jam setengah tujuh, kita keluar dari hotel dan nyegat angkot dari depan hotel untuk menuju jujugan pertama. Yeah, pertama, karena malam itu kita berencana ngeluyur ke tiga tempat dan memang berencana untuk menghabiskan malam minggu sampe ketemu minggu dini hari kok. Mumpung wiken gitu. Oia, jujugan pertama. Toko Oen. Toko tua yang udah berdiri sejak 1930 jelas sebuah tempat yang kudu diampiri kalo ke Ngalam dong. Penuh dengan sejarah Ngalam gitu (padahal dt juga baru pertama ini ke sana *grin*).

Di toko Oen kita pesen keik dan es krim. Yeap, menu andalan toko Oen itu emang es krimnya. dt pesen cheese cake dan peach melba ice cream. Ayu pesen black forrest dan es-krim-yang-entah-apa-judulnya-karena-dt-lupa, yang isinya ada empat rasa, vanila, cokelat, kopi, dan mocca. Enak deh es krimnya. Yeah, secara memang menu andalannya toko Oen adalah es krim tempo dulunya. Untuk pilihan menu di sana juga beragam dan ga cuma melulu es krim, keik, dan camilan. Ada juga makanan Indonesia, chinese food, eastern course juga ada. Belum lagi tempatnya memang cozy buat ngumpul dan ngobrol-ngobrol, jadi ga rugilah kalo mau nongkrong di toko Oen.

Next stop, Gramedia. Hahaha. Yeah, toko buku dan saat itu sudah hampir jam sembilan. Ga terasa memang karena keasikan ngobrol di toko Oen. Ngobrol apa? Wah, itu mah ofderekord kalo dt nekat ngebeberin, bisa-bisa digorok pake pinggiran kertas yang setajam silet sama Ayu *tongue*. Oke, kembali ke Gramedia, berhubung kita memang doyan buku dan keknya Ayu belum puas sama Gramedia Matos di hari sebelumnya, di sinilah kami. Menelusuri rak-rak bacaan fiksi entah karya anak negeri atau terjemahan.

Ayu tertarik sama serial petualangan Percy Jackson and the Olympians karya Rick Riordan sebenarnya, tapi berhubung setelah kita obrak-abrik itu rak dan katalog yang ada, seri pertamanya yang berjudul the Lightning Thief sudah habis stocknya membuat Ayu urung membeli keempat serial lanjutannya. Yaiyalah. Mana enak baca buku bersambung tapi loncat-loncat. Mulailah dari awal dan selesaikan di akhir. Ya to?

Sementara Ayu masih lihat-lihat buku lain untuk mengobati sakit hati karena the Lightning Thief-nya habis, mata dt tertumbuk sama sebuah buku biru tebal yang berjajar di bawah jajaran buku Lost Symbol-nya Dan Brown. Judulnya yang biru besar-besar berbunyi Atlantis, ditemani sebuah peta Indonesia. Yang terbersit saat itu adalah, "Wah, ada cerita fiksi yang memakai Indonesia sebagai sentralnya! Keren! Mana dihubungkan sama the Lost Atlantis pula!" Langsung deh dt saut bukunya buat ngebaca sinopsis dan komentar-komentarnya. Tapi begitu ngeliat siapa penulisnya, dalam kepala dt langsung bereaksi, "SUMPE LO?" soalnya penulisnya adalah seorang profesor Brazil yang memang kudunya menulis hal faktual bukannya fiksi. Dan itu berarti isi buku yang dt pegang bukan fiksi, tapi faktual! Well, at least teori beliaulah, yang menyatakan bahwa bahwa Indonesia adalah benua Atlantis yang tersohor itu. dt yang berasa kena serangan jantung karena ga percaya ada orang yang mengajukan teori bahwa Indonesia adalah bekas pusat peradaban tinggi yang kemudian hilang karena banjir besar itu, langsung mengembalikan buku tadi ke raknya dengan damai. Belum berkeinginan untuk membeli dan membaca teori yang dipaparkan sang profesor.

Akhirnya kita keluar dari Gramedia dengan tangan hampa karena memang ga nemu buku yang sesuai keinginan dan kita langsung menuju jujugan terakhir kita. De'Liv! Nah, de' Liv ini cafe sebelahnya perpustakaan kota Ngalam dan ada yang bilang kalo de'Liv adalah cafe paling keren seNgalam Raya, jadi ga ada salahnya dong kalo coba didatangi. Naik apa ke sana? Still. Ngangkot. Jadi kita awalnya naik AG terus kudu ganti AL atau ADL di perempatan BCA. Sayangnya jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh lewat yang menandakan semakin tipis saja stok angkot yang bakal lewat. Dan bener aja ga ada angkot yang lewat akhirnya kita ngelanjutin perjalanan ke de'Liv sambil ngesot. Engga ding, ga ngesot kok. Kita masih kuat jalan santai sambil menikmati sejuknya Ngalam di malam hari.

Di de'Liv kita makan lagi bo. Secara energi yang didapet dari keik dan es krim sudah habis buat ngest, eh, jalan dari perempatan BCA sampe de'Liv gitu *alesan*. So, Ayu pesen ayam kremes pake iced lemon tea, dan dt pesen salmon steak pake green tea. Sambil menikmati tayangan ulang konsernya Pink kita lanjutin ngobrol ngalor-ngidul. Nah, sekitar jam sepuluh, baru muncul itu live music-nya (dan seperti biasa, dt lupa nama band-nya, hohoho...). Live music yang enak didenger, makanan yang enak dan murah, plus suasanan yang cozy, jelas ga heran kalo ada yang bilang kalo de'Liv itu cafe paling keren seNgalam. Jadi, kita berdua nongkrong sambil ngobrol-ngobrol sampe sekitar tengah malem sebelum akhirnya balik ke hotel.

Sabtu, Januari 16, 2010

Night with Ayu (1)

Alkisah Sha minta sebuah oleh-oleh pada Ayu yang lagi bertugas ke Ngalam City. Oleh-oleh yang tidak biasa karena biasanya buah tangan dari Ngalam itu keripik tempe, keripik apel, atau keripik-keripik yang lainnya. Tapi yang Sha minta malah foto dt berpita dengan baju babydoll plus ngebawa boneka. Jadi, demi memenuhi permintaan Sha dan menjaga keselamatan Ayu waktu balik ke Ibu Kota entar, dt nyamperin Ayu di hotel buat photosession.

Sembari menanti Ayu yang pulang telat dari kerjaan karena diajak makan soto ayam lombok bareng kliennya, dt nongkrong di McD sambil menikmati menu kreasi sendiri. Sundae Fries! Jadi, dt makan kentang goreng yang dicolekin ke es krim Sundae. Enak lo. Gabungan para asin gurih kentang goreng berpadu apik dengan manis lembut es krimnya. Eh, kok jadi ngiklan.

Oke, BTT.

Setelah menunggu dalam penantian panjang dan geje karena diliatin orang gara-gara paduan makanan dt yang ga umum, akhirnya dt ketemu Ayu juga. Dan tanpa panjang lebar dt langsung menghias diri dengan pita dan mengabadikannya dalam kamera Aiko tersayang. Lebih cepat selesai lebih baik. Oia, yang pengen liat hasilnya, jangan lupa ketik reg(spasi)dt kirim ke 8080 ntar dt upload ke album di fesbuk. Tunggu aja. *wink*

Nah, selesai acara pemotretan, kita pada conference call bareng Suma n Thiwy. Selama nelpon Suma dicengin abis-abisan sama Ayu. Kemaren Rere yang jadi korban, sekarang Suma. Untung Ayu ga doyan ngecengin dt. Hoho. Tapi kalo dirasa-rasa, Suma sepertinya emang punya gen dan bakat untuk jadi TO alias Target Operasi kok. Jadi ga heran kalo dia sering jadi objek teraniaya. Wkwk.

Kamis, Januari 14, 2010

Such a Blustering Night!

So, berhubung Ayu yang jauh-jauh dari Ibukota sono lagi dapet kerjaan di Ngalam, ketemu adalah sebuah kewajiban. Bahkan Cheeta yang dari Surabaya aja juga dateng ngegandeng Amel. Tapi Rere yang tinggal naik motor Ciliwung-Matos aja ga berani nerobos hujan. Mengutip umpatan Achim, "Ku*is!" Oke, acara menghujat Rere nanti akan dilanjutkan kok. Jangan kuatir :p

Jadi, tadi pagi dt ngecek ke tempat di mana Cheeta dan Amel nginep nanti dan bilang mereka bakal kedatngan tamu tengah malem. Setelah jam menunjukkan jam setengah lima, dt pun berangkat ke stasiun buat ngejemput dua wadon ini. Mereka naik Penataran yang kudunya nyampe jam lima dan ternyata baru dateng jam setengah enam. Well, ga bisa dibilang telat sih, soalnya biasanya lebih ngaret lagi dari itu. Nah, langsung deh capcus ke hotel tempat Ayu menginap.

Nyampe di Trio Indah dt nyamperin resepsionis dengan niat berbasa-basi biar ga jadi slonong girl gitu..

dt: Permisi mbak, mbak Ayu di kamar 105 bisa ditemui?
Resepsionis: Ah, kostumer kamar 105 sedang afternoon tea
dt: (ebuset, afternoon tea jarene) Oh, di mana ya?
Resepsionis: Itu di restoran *tunjuk tiga orang yang duduk sekitar 20 meter dari dt*
dt: (ealah, di sana ternyata) Biar saya tunggu kalau gitu

Nah, di sela-sela afternoon tea-nya dengan kolega dan atasan, Ayu nyamperin tiga anak ilang ini dan Cheeta langsung berkomentar, "mbak Ayu pake ROK!" Wkwkwk. Yeah, adalah sebuah kejadian yang jarang banget terjadi kalo kalian ketemu Ayu pas lagi ga kerja (dan kalo kejadian berarti besok mau ada hujai badai). Soalnya biasanya Ayu itu lengket sama koas dan celana jeans-nya.

Setelah Cheeta absen dan Ayu ganti baju, kita berempat langsung ke Matos sesuai dengan perjanjian awal. Rencana awal sih kita bakal ngangkot, tapi berhubung di luar sana lagi hujan deras, jadi deh naik teksi. Waktu itu sudah hampir jam setengah delapan, padahal janjinya pada jam setengah tujuh bareng si Rere. Herannya Rere juga ga ngasih kabar apa-apa. Di sms, pending. Di telpon, ga diangkat. Dan ternyata dia malah meninggalkan pesan di wall dt dan bilang kalo itu nomer dipake buat modem. Bah, dikira dt punya blekberi yang bakal bunyi tiap ada notifikasi baru kali ya..

Alkisah Rere yang masih di kosan (atau kontrakan ya?) di Ciliwung sono dan katanya terjebak hujan terus-terusan dicengin sama Ayu dan Cheeta yang emang pengen ketemu dan penasaran sama si Raja Kumis dari Tulungagung ini. Entah dicengin lewat plurk, sms, bahkan lewat telpon dengan tema ejekan "anak hedon ga punya jas ujan" *ngakak*. Lagian yang bener aja, anak hedon yang bilang duit tiga ratus ribu cuma cukup buat seminggu kok ga bisa beli jas ujan (jadi ikut ngecengin deh :p). Sampe-sampe Cheeta mencetuskan ide untuk mengado Rere sebuah jas hujan Teletubbies warna-warni kalo pas ultah entar si Rere masih belum punya jas ujan.


Popquiz!
Beri tanda (x) pada jawaban yang Anda anggap benar!
Tebak apa umpatan Achim untuk Rere:
( ) a. Kubis
( ) b. Kudis
( ) c. Kukis
( ) d. Kumis
( ) e. Bukan salah satu di atas, tulis jawaban Anda ...

Rabu, Januari 13, 2010

Blog Baru di Tumblr

Jadi, gara-gara beberapa temen nw pada mindahin blognya ke tumblr, dt jadi penasaran memang apa okenya tumblr dan memulainya dengan bikin akun di sana.

Pertama masuk dt langsung disodorin pertanyaan mau pake alamat situs apa. Bah, belum ada persiapanlah, tapi ga mungkin bisa sign up kalo ga nyodorin alamat situs yang dimauin, jadi dt pake sawohitam sebagai nama blog tumblr dt. Diubek-ubek sana-sini, dicustomize dikit, pilih-pilih theme, plus ngulik-ulik dashboard, dan tiba-tiba kepikiran untuk menjadikan tumblr sebagai blog lain dt! Isinya? Jelas masih omongan geje dt lah. Bedanya, di tumblr nanti dt bakal ngecipris pake bahasa internasional. Haha. Yeah, keminggris dikit gapapa kan.

Sebenernya dt punya setumpuk blog yang semua terkonsentrasi di blogger dan dengan akun email yang sama. Maklumlah dt emang paling males kalo kudu sign in-sign out dan bikin email banyak-banyak (padahal udah punya lima dan aktif semua :p) . Jadi punya blog yang terkonsentrasi jelas kenyamanan buat dt.

Tapi kenapa dt pilih blogger? Well, clearly karena blogger itu ramah dan mudah kalo mau dimodifikasi dan diutek-utek seenak udel. Mulai dari yang pemula sampe yang mau bikin template html nya sendiri juga bisa kan. Dulu pernah sih bikin di wordpress, tapi berhubung otak dt ga nyampe dengan keribetan di sana, akhirnya dihapus juga akun di sana dan kembali ke blogger *ngakak*

Eniweis, dengan adanya blog baru di tumblr sono bukan berarti dt meninggalkan blog dt tersayang ini kok. ^^

Oia, sebenernya dt penasaran kenapa nama situs penyedia blognya bernama "TUMBLR" apa mungkin dulu niatnya pake kata TUMBLE tapi berhubung typo jadi TUMBLR ya? Secara, huruf E sama R kan jejeran gitu.. *mikir*


ps. and yeah, dt tidak ingin membagi alamat blog dt di tumblr :p

Minggu, Januari 10, 2010

Bright Sunday in a Rainy Season

Ngalam terang seharian!

Hal yang jarang terjadi di minggu-minggu ini, walaupun cerahnya hari ini sudah terprediksi oleh dt. Well, dt bukan peramal cuaca sih, tapi dt cuma nebak dan memperhatikan kebiasaan yang ada.

Sebenernya sejak dua hari terakhir, Ngalam terus-terusan diguyur hujan nonstop! Sedikit aneh, eh? Yeah. Karena umumnya pola hujan di bulan Januari itu, cuaca cerah lengkap dengan matahari atau kadang ditemani sedikit awan sampai datang waktu dhuhur, setelah itu baru giliran awan mendung mengambil alih dan biasanya dilanjutkan dengan hujan hingga matahari masuk ke peraduan dan kembali cerah berangin saat malam tiba.

Tapi ini mulai dari dua hari lalu hujan beneran ga berhenti, paling cuma berkurang volumenya dan menjadi gerimis. Seperti diperas habis-habisan, hujan pengen ngehabisin stok airnya sampai ga tersisa seakan tidak ada hari esok. Lalu, kemaren, sekonyong-konyong dt teringat kalo besok (hari ini, maksudnya) Brawijaya punya acara Jalan Sehat. Jelas sudah penyebab keganjilan alam yang terjadi.

Menurut analisa dt, pihak Brawijaya menggunakan jasa pawang hujan untuk memastikan agar hari H Jalan Sehat bakalan cerah ceria sepanjang hari, makanya jatah hujan hari minggu ini dihabisin selama hari jumat dan sabtu.

Jaman gini masih pake pawang hujan? Secara sekarang sudah jaman modern di mana semua harus dapat dijelaskan dengan akal sehat dan jauh-jauh dari hal-hal klenik seperti pawang hujan, kan? Apalagi yang ngadain acara adalah Universitas Brawijaya yang notabene sebuah pihak akademis yang sudah seharusnya mengedepankan logika daripada kepercayaan, kan?

Well, sedikit memang ga masuk akal memang, tapi kalo terbukti mempan, ga ada salahnya menggunakan jasa mereka, kan.. *grin*