Selasa, November 09, 2010

TV Champion

Entah sejak kapan dt jadi suka nonton Zona Juara atau TV Champion di TPI (eh, sekarang sudah jadi MNCTV, ya..)

dt rasa semua tahu itu acara tipi yang diputer setiap jam lima sore. Acara tipi Jepang yang sudah dialih suara. Inti acaranya sih semacam pertandingan para ahli gitu. Setiap episode beda-beda. Ada yang origami (melipat kertas), bikin pastry, bikin permen, ngebungkus kado, ahli bangunan, ahli mancing, ahli pake sumpit, bahkan lomba makan mie juga ada. Macem-macem lah. Dan acara ini rasanya justru ngebuka pemikiran dt.

Menurut dt, acara ini salah satu bentuk apresiasi akan berbagai macam profesi dan keahlian lain.

Ambil contoh, pernah ada lomba untuk yang ahli memancing, dan yang dt maksud juga bukan yang macam mancing di empang pake joran gitu. Tapi mancing ikan-ikan yang ukurannya bahkan sampai dua kali tubuh si nelayan di samudra lepas. Dan saat menang di acara itu rasanya sebuah kebanggan besar! Eh, salah. Bisa jadi peserta pun mereka merasa sangat bangga! Dan IMO, orang-orang dengan profesi dan keahlian yang diangkat dalam perlombaan itu juga merasa bangga. Bangga bahwa profesi dan keahlian mereka diapresiasi dengan pengeksposan di telivisi nasional dalam ajang yang cukup bergengsi.
Mungkin itu kali ya yang membuat Jepang jadi negara maju. Karena kemampuan masyarakatnya untuk menghargai setiap profesi, bakat, dan keahlian yang dimiliki.

Coba lirik ke masyarakat sendiri, berapa orang yang bisa dengan bangga menjawab petani atau nelayan atau pembuat roti atau koki saat ditanya apa profesi mereka? Jarang sekali, kan. Seakan kalau profesi-profesi itu ga bisa membanggakan sama sekali.

Padahal saat seseorang mampu menambahkan passion (apa sih padanan Bahasa Indonesianya?) mereka dalam apapun yang mereka kerjakan, hasilnya akan sangat memuaskan.

Don't you think?