Senin, Desember 06, 2010

Insignificant Dilemma



Yang seorang blogger dan ga pernah ngalami dilema seperti komik di atas sila ngacung! Kalaupun memang ada, tolong bagi resepnya untuk menghasilkan entri tanpa meragukannya. Sering kali dt urung nginjek tombol publish karena setelah ngetik entri setumpuk, dt malah ragu dengan isi entrinya. Sebagai bukti, ada setumpuk list draft di list post dt. Belum lagi dengan file yang tertumpuk di memori laptop. Plus fiksi-fiksi yang ga pernah dt selesaikan.

Ragu.

Ragu dengan kemampuan diri sendiri.

Bukan karena ide yang dt punya itu jelek atau standar tapi karena salah satu kebiasaan jelek dt: ga fokus. Jadi biasanya setelah nulis panjang lebar, dt baca ulang, terus sebel karena sering kali dt ga benar-benar bisa menyampaikan apa yang sebenarnya dt ingin sampaikan. Entrinya jadi melebar ke mana-mana dan makin ga jelas juntrungannya.

Makanya sekarang dt sedang berjuang untuk meluruskan cara dt menulis.

Dilema ga penting lainnya adalah ide dt untuk pindah blog. Kalau kalian ngikuti blog dt dari awal, pasti sudah baca kalau dt bilang pindah blog tapi ujungnya balik lagi kemari hanya karena simplisitas blogger untuk dikostumisasi.

Sudah lah, untuk pindah ga pindahnya, lihat saja nanti. Toh masih ragu juga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar