Rabu, Desember 29, 2010

Jobless


Sudah hampir setahun dt nganggur. Bosen banget rasanya. Dan tolong jangan nyuruh dt cari kerja karena cari kerja adalah hal dt lakukan sepanjang waktu. Sayangnya mencari kerja bukan termasuk pekerjaan, kan. Cari kerjaan itu gampang-gampang susah. Dan itu ga bergantung dengan nilai IP atau seberapa pintar seseorang. Lebih ke faktor keberuntungan, IMO.

Jadi, saat dt ketemu temen dan mereka tanya "kerja di mana?" dan dt bilang kalo dt belum dapet kerja, mereka kek shock ga percaya gitu. Terus mulai deh kuliah mereka tentang 'jangan pilih-pilih pekerjaan'. dt sih senyum aja. Toh mereka emang ga tahu udah berapa surat aplikasi lamaran kerja yang dt kirim. Hm.. ada 100 juga lebih mungkin..

Gara-gara ini dt sempet minder. Berasa ga guna banget. Plus mama-papa mulai ikut ketar-ketir ngelihat anaknya ga dapet kerjaan semudah mama-papa dapet kerjaan dulu. Ga heran sih, mengingat mama-papa lulusan ekonomi akuntansi yang tingkat kebutuhannya tinggi dan dibutuhkan di tiap perusahaan. Lah, dt yang lulusan nutrisi ini peluang kerjanya jelas lebih kecil. Jadi sekarang mereka mulai nyuruh dt cari beasiswa untuk lanjutin pendidikan ke tingkat master. Terdengar saran yang bagus ya..

Tapi mama ngasih persyaratan khusus: ambil gelar masternya di luar negri.

Fine. Jadi dt mulai hunting master scholarship buat international student di eropa karena eropa emang yang lumayan tebar-tebar beasiswa. Dan dt nemu prasyarat serupa di seluruh beasiswa master: memiliki pengalaman kerja sesuai bidang minimal satu tahun. Langsung deh berasa ga guna lagi. Gitu sekarang mama malah minta dt keliling konjen di Surabaya buat nanya langsung ada engganya pemberian beasiswa master dari masing-masing konjen.

Bakal keliling Surabaya deh hari ini..

1 komentar:

  1. beberapa masukkan:
    * Gabung komunitas/ klub profesional yg sesuai hobi atau latar belakang pendidikan, untuk menambah jaringan kenalan kamu, nanti bisa saja ada orang yang kasih rekomendasi kerja ke dirimu.
    * Spt kata temen2 kamu, "jangan pilih2 pekerjaan", maaf aja, memang ada benarnya. Apalagi kalau kamu belum punya pengalaman kerja. Jadi memang gak ada salahnya untuk memulai dari bawah sekali, dgn gaji gak seberapa, karena yg penting tujuanmu adalah mendapatkan pengalaman kerja. Kita semua juga begitu koq awalnya :-) Setelah kamu merasa cukup, kamu bisa pindah ke tempat yang lebih baik.
    * Coba kaji diri sendiri lagi, siapa tahu kamu punya passion atau talenta tersembunyi yang belum kamu sadari tapi sudah saatnya untuk dikembangkan. Mungkin aja kamu harus cari kerja atau wiraswasta, yg beda dengan latar belakang S1 tapi kalau memang kamu passionate dengan bidang itu, dan kamu merasa mampu utk mengerjakannya, kenapa tidak? Banyak orang sukses dan bahagia karena melakukan apa yg menjadi passion mereka, dan bukan karna mengejar karir.
    * Syarat untuk postgrad study di LN biasanya memang pengalaman kerja, atau jurusannya harus sama dengan yg diambil waktu kuliah s1. Kalau universitas di Indonesia setau saya sih gak seberat itu deh :-P. Coba cari di milis-milis info beasiswa luar negeri yg banyak bertebaran di Internet, dan jangan membatasi diri utk ambil beasiswa di satu negara/ benua saja.
    * Yang pasti, jangan pernah malu atau segan untuk memulai sesuatu yang baru dan berbeda karena takut dengan pendapat orang lain atau merasa gak enak dengan orang tua, teman2, dsb -- selama usaha itu tidak bertentangan dg hukum atau norma sosial.
    Semoga membantu, dan selamat tahun baru.

    BalasHapus