Sabtu, Januari 08, 2011

Refusing Gift


Pernah menginginkan sesuatu tapi yang didapat ga bener-bener sesuai yang diinginkan?

It's happening on me right now.

Biasanya saat menghadapi yang kek gini dt bisa dengan legawa menerima dan bersyukur. Tapi ga tahu kenapa kali ini dt malah merasa sebal luar biasa.

Jadi ceritanya semalam dt n adek ngomongin tentang mandphone yang lagi dipengenin. Adek pengen nokia X5 dan dt yang lagi naksir android pengen antara samsung 5333 atau LG GW620. Di sini mama ikutan lihat n denger pas dt browsing sambil ber-kya-kya lihat gambar-gambar henpon yang kita pengenin.

Entah ada angin apa, barusan mama yang seharian emang keluar ke Surabaya, pulang-pulang dateng n nyodorin sebuah handphone LG layar touchscreen sambil bilang "ini buat kakak"

Dan reaksi jujur pertama dt adalah "apaan nih maksudnya?"

Sepertinya mama salah nangkep waktu denger n lihat dt semalem. Dikiranya dt pengen henpon touchscreen, mengingat most android emang touchscreen. Mungkin maksud mama mau ngasih kejutan dan mengharapkan anaknya nerima dengan sumringah dan seneng karena ibunya ngasih sesuatu yang anaknya inginkan tanpa diminta. Tapi bukan itu yang reaksi bisa dt beri.

dt malah nolak dan bilang "mending kalau mau beliin gadget bawa dt, deh. dt kan rewel banget sama urusan gadget."

Sumpah, dt berasa jijik sendiri denger kalimat itu dari mulut dt.

Such an ungratefull child.

In the other hand, dt juga ga mau pasang tampang hepi dan nerima henpon yang mama beli karena itu artinya dt bersedia mengganti henpon yang dt inginkan dengan henpon yang mama beli.

Ah, mbulet.. ==a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar